IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
Penguatan ini seiring pelaku pasar menanti rilis risalah rapat terbaru bank sentral AS untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.
Melansir Investing, indeks acuan S&P 500 naik 0,1 persen ke level 6.853,77. Indeks teknologi NASDAQ Composite menguat 0,2 persen menjadi 22.624,40, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 0,2 persen ke posisi 49.618,85.
Pada sesi sebelumnya, indeks utama Wall Street mencatat kenaikan tipis di tengah perdagangan yang berfluktuasi, didorong pemulihan terbatas saham-saham teknologi yang sebelumnya tertekan.
Perhatian pasar dalam beberapa hari ke depan tertuju pada sejumlah indikator ekonomi penting, terutama risalah rapat Januari Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan rilis pada Rabu waktu setempat.
Risalah tersebut diperkirakan memberikan gambaran lebih rinci mengenai rencana suku bunga ke depan. Pada pertemuan Januari, The Fed memutuskan menahan suku bunga dan menekankan sikap hati-hati di tengah inflasi yang masih persisten serta melemahnya pasar tenaga kerja.
Menariknya, dua gubernur The Fed, Stephen Miran dan Christopher Waller, tercatat berbeda pendapat (dissent) terhadap keputusan mempertahankan suku bunga serta penghentian sementara siklus pemangkasan yang telah berlangsung sejak pertengahan tahun lalu.
Dari sisi data, produksi industri dan manufaktur Januari yang dirilis Rabu tercatat naik secara bulanan (month-on-month) melampaui ekspektasi pasar. Sementara itu, indeks harga PCE (Personal Consumption Expenditures) Desember akan dirilis pada Jumat mendatang.
Indeks PCE merupakan indikator inflasi favorit The Fed dan akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan suku bunga jangka panjang.
Ketidakpastian terkait arah kebijakan The Fed telah menjadi beban bagi pasar saham dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed berikutnya. Warsh dinilai pasar sebagai figur yang cenderung kurang dovish dibanding ekspektasi sebelumnya.
Di sisi lain, sektor teknologi masih menjadi sorotan utama sepanjang awal tahun, seiring kekhawatiran atas dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap berbagai sektor, mulai dari perangkat lunak, jasa keuangan, hingga properti dan logistik.
Di saat yang sama, investor mempertanyakan kapan investasi besar-besaran pada pusat data AI akan mulai menghasilkan imbal hasil finansial yang signifikan.
Tekanan tersebut tercermin pada saham Palo Alto Networks (NASDAQ: PANW) yang merosot 8,2 persen setelah pembukaan pasar. Meski perusahaan mencatat kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi dari sisi pendapatan dan laba, proyeksi laba ke depan berada di bawah perkiraan analis.
Palo Alto dikenal sebagai penyedia solusi keamanan siber berbasis AI, termasuk firewall, intelijen ancaman, zero-trust network security, serta secure access service edge (SASE) untuk melindungi jaringan dan operasi cloud.
Selain risalah The Fed, pasar juga menanti laporan keuangan dari sejumlah emiten besar, antara lain Booking Holdings (NASDAQ: BKNG), Carvana (NYSE: CVNA), dan DoorDash (NASDAQ: DASH).
(DESI ANGRIANI)