Risalah tersebut diperkirakan memberikan gambaran lebih rinci mengenai rencana suku bunga ke depan. Pada pertemuan Januari, The Fed memutuskan menahan suku bunga dan menekankan sikap hati-hati di tengah inflasi yang masih persisten serta melemahnya pasar tenaga kerja.
Menariknya, dua gubernur The Fed, Stephen Miran dan Christopher Waller, tercatat berbeda pendapat (dissent) terhadap keputusan mempertahankan suku bunga serta penghentian sementara siklus pemangkasan yang telah berlangsung sejak pertengahan tahun lalu.
Dari sisi data, produksi industri dan manufaktur Januari yang dirilis Rabu tercatat naik secara bulanan (month-on-month) melampaui ekspektasi pasar. Sementara itu, indeks harga PCE (Personal Consumption Expenditures) Desember akan dirilis pada Jumat mendatang.
Indeks PCE merupakan indikator inflasi favorit The Fed dan akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan suku bunga jangka panjang.
Ketidakpastian terkait arah kebijakan The Fed telah menjadi beban bagi pasar saham dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah Presiden Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed berikutnya. Warsh dinilai pasar sebagai figur yang cenderung kurang dovish dibanding ekspektasi sebelumnya.