Di sisi lain, sektor teknologi masih menjadi sorotan utama sepanjang awal tahun, seiring kekhawatiran atas dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap berbagai sektor, mulai dari perangkat lunak, jasa keuangan, hingga properti dan logistik.
Di saat yang sama, investor mempertanyakan kapan investasi besar-besaran pada pusat data AI akan mulai menghasilkan imbal hasil finansial yang signifikan.
Tekanan tersebut tercermin pada saham Palo Alto Networks (NASDAQ: PANW) yang merosot 8,2 persen setelah pembukaan pasar. Meski perusahaan mencatat kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi dari sisi pendapatan dan laba, proyeksi laba ke depan berada di bawah perkiraan analis.
Palo Alto dikenal sebagai penyedia solusi keamanan siber berbasis AI, termasuk firewall, intelijen ancaman, zero-trust network security, serta secure access service edge (SASE) untuk melindungi jaringan dan operasi cloud.
Selain risalah The Fed, pasar juga menanti laporan keuangan dari sejumlah emiten besar, antara lain Booking Holdings (NASDAQ: BKNG), Carvana (NYSE: CVNA), dan DoorDash (NASDAQ: DASH).
(DESI ANGRIANI)