IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada Rabu (25/2/2026) setelah sesi yang bergejolak awal pekan ini. Investor masih mencermati risiko terhadap perdagangan saham berbasis AI dan meningkatnya ketidakpastian tarif menjelang laporan kinerja Nvidia yang dijadwalkan rilis hari ini.
Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 183,1 poin atau 0,37 persen ke 49.357,63 saat pembukaan. S&P 500 menguat 25,1 poin atau 0,36 persen ke 6.915,15, sementara Nasdaq Composite naik 141,3 poin atau 0,62 persen ke 23.005,008 pada bel pembukaan.
Chip Nvidia berada di pusat euforia AI, dan perusahaan ini menjadi saham paling berpengaruh di pasar AS karena juga merupakan yang paling bernilai berdasarkan kapitalisasi pasar.
Analis memperkirakan laporan kinerja yang kembali melonjak, dengan estimasi laba Nvidia naik hampir 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi USD37,52 miliar. Itu artinya, perusahaan tersebut meraup lebih dari USD400 juta per hari selama tiga bulan hingga 25 Januari.
Laporan laba Nvidia telah menjadi penentu arah (bellwether) pasar, bukan hanya karena besarnya ukuran perusahaan, tetapi juga karena besarnya pengaruh AI terhadap pergerakan pasar.
Dalam beberapa tahun terakhir, euforia AI mendorong saham mencetak rekor demi rekor di tengah harapan peningkatan produktivitas ekonomi dan lonjakan laba korporasi.
Namun belakangan, kekhawatiran meningkat bahwa perusahaan seperti Alphabet dan Amazon menggelontorkan dana terlalu besar untuk membeli chip Nvidia dan perangkat lainnya, sehingga dikhawatirkan sulit memperoleh imbal hasil yang sepadan dari peningkatan produktivitas di masa depan. Jika terjadi pengetatan belanja, Nvidia akan terkena dampak langsung.
Investor juga mulai mencermati perusahaan dan sektor yang berpotensi tergerus oleh pesaing berbasis AI. Hal ini memicu aksi jual cepat pada saham-saham yang dinilai rentan, dengan tekanan menyebar ke berbagai industri mulai dari perangkat lunak, logistik truk, hingga jasa hukum.
“Meski kekhawatiran itu nyata, kami menilai investor sebaiknya menyeimbangkannya dengan tren positif lain yang mungkin kurang diperhatikan di tengah derasnya sentimen negatif,” ujar Chief Investment Officer Wealth & Investment Management di Wells Fargo, Darrell Cronk.
Salah satu faktor penopang adalah pertumbuhan laba yang kuat dari perusahaan-perusahaan besar AS hingga akhir 2025. Hal ini membantu menguatkan sejumlah segmen pasar saham AS yang sebelumnya tertutup oleh euforia AI dan dominasi Big Tech, terutama saham-saham perusahaan berkapitalisasi kecil.
Cava Group, jaringan restoran cepat saji Mediterania, melonjak 18,6 persen setelah membukukan laba dan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis.
Pendapatan tahun fiskalnya juga untuk pertama kalinya menembus USD1 miliar, naik 22,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Axon Enterprise melesat 16,5 persen setelah produsen Taser dan kamera tubuh dengan asisten suara berbasis AI tersebut juga melaporkan laba dan pendapatan di atas perkiraan analis.
Kenaikan tersebut membantu menahan penurunan 14,2 persen pada saham First Solar, yang melaporkan laba lebih lemah dari perkiraan analis.
(NIA DEVIYANA)