"Hari ini terlihat sebagai momen ketika investor melakukan sedikit aksi borong murah setelah penjualan besar-besaran di saham teknologi. Biasanya setelah itu analis kembali menegaskan rekomendasi beli," ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (9/6/2026).
Menurut dia, pasar saham selama ini telah dihargai terlalu sempurna di tengah kondisi yang jauh dari ideal. "Pasar sudah cukup lama dihargai untuk kondisi yang sempurna, padahal saat ini jelas bukan masa yang sempurna. Dalam situasi seperti itu, pergerakan naik-turun dan kekhawatiran harga bergerak terlalu jauh akan terus terjadi," katanya.
Pada perdagangan sebelumnya, Wall Street anjlok setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi. Kinerja Broadcom yang dinilai kurang memuaskan serta data ketenagakerjaan AS bulan Mei yang jauh lebih kuat dari perkiraan memicu spekulasi kenaikan suku bunga pada tahun ini.
Secara keseluruhan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 80 poin atau 0,2 persen menjadi 50.786. Sementara itu, S&P 500 naik 21 poin atau 0,3 persen ke level 7.405 dan Nasdaq Composite menguat 220 poin atau 0,9 persen menjadi 25.929.
Managing Director Granite Wealth Management, Bruce Zaro menilai penurunan saham Apple terjadi akibat aksi ambil untung setelah pengumuman AI terbaru perusahaan.