sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Bervariasi, Isu Bubble AI Kembali Mengemuka Tekan Saham Teknologi

Market news editor Nia Deviyana
09/01/2026 06:17 WIB
Wall Street ditutup bervariasi pada Kamis (8/1/2026) seiring saham Nvidia dan sejumlah saham teknologi lainnya melemah.
Wall Street Ditutup Bervariasi, Isu Bubble AI Kembali Mengemuka Tekan Saham Teknologi. Foto: AP.
Wall Street Ditutup Bervariasi, Isu Bubble AI Kembali Mengemuka Tekan Saham Teknologi. Foto: AP.

IDXChannel - Wall Street ditutup bervariasi pada Kamis (8/1/2026) waktu setempat seiring saham Nvidia dan sejumlah saham teknologi lainnya melemah. Sementara saham-saham sektor pertahanan menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan anggaran militer AS sebesar USD1,5 triliun.

Melansir Strait Times, S&P 500 naik tipis 0,01 persen dan ditutup di level 6.921,45. Nasdaq turun 0,44 persen ke 23.480,02, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,55 persen ke 49.266,11.

Saham chip memori melemah setelah reli sebelumnya. Investor mulai lebih selektif terhadap saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) yang valuasinya melonjak dalam beberapa tahun terakhir.

Nvidia turun 2,2 persen, Broadcom melemah 3,2 persen, dan Microsoft turun 1,1 persen. SanDisk turun 5,4 persen, Western Digital merosot 6,1 persen, dan Seagate jatuh 7,7 persen.

Alphabet naik 1,1 persen, sehari setelah induk Google tersebut melampaui Apple dalam kapitalisasi pasar untuk pertama kalinya sejak 2019, sekaligus menjadi perusahaan bervaluasi tertinggi kedua di AS. Saham Apple turun 0,5 persen.

Saham-saham pertahanan menguat setelah Trump mengatakan anggaran militer AS 2027 seharusnya mencapai USD1,5 triliun, jauh lebih tinggi dari USD901 miliar yang disetujui Kongres untuk 2026.

Lockheed Martin melonjak 4,3 persen, Northrop Grumman naik 2,4 persen, dan Kratos Defence melonjak 13,8 persen. Beberapa saham pertahanan sempat turun pada sesi sebelumnya, setelah Trump mengancam akan melarang kontraktor pertahanan membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali saham sampai mereka mempercepat produksi senjata.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement