sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Melemah, Nasdaq Anjlok Lebih dari 2 Persen

Market news editor Nur Ichsan Yuniarto
24/07/2026 06:23 WIB
Saham-saham mengalami tekanan tambahan karena harga minyak mentah Brent berjangka ditutup di atas USD100 per barel.
Wall Street Ditutup Melemah, Nasdaq Anjlok Lebih dari 2 Persen
Wall Street Ditutup Melemah, Nasdaq Anjlok Lebih dari 2 Persen

IDXChannel - Indeks-indeks Wall Street ditutup melemah pada Kamis (23/6/2026). Nasdaq anjlok lebih dari 2 persen, seiring laporan kinerja keuangan terbaru dari perusahaan-perusahaan teknologi besar yang kembali memicu kekhawatiran terkait pengeluaran besar-besaran untuk kecerdasan buatan (AI).

Sementara melonjaknya harga minyak memperparah kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi.

Indeks S&P 500 turun lebih dari 1 persen karena penurunan terjadi secara luas setelah para investor tidak terkesan dengan hasil kuartal kedua dari Alphabet (GOOGL.O), dan Tesla (TSLA.O) yang merupakan perusahaan-perusahaan raksasa pertama dari kelompok “Magnificent Seven” yang melaporkan hasilnya pada musim ini.

Saham-saham mengalami tekanan tambahan karena harga minyak mentah Brent berjangka ditutup di atas USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara harga minyak mentah AS berjangka ditutup di atas USD92.

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran terkait pasokan minyak global. Militer AS melancarkan serangkaian serangan udara baru terhadap Iran, dan Iran membalas dengan menembaki pangkalan-pangkalan AS di negara-negara tetangga. 

Lonjakan harga minyak yang diakibatkannya memicu kekhawatiran akan inflasi beberapa hari menjelang rapat kebijakan Federal Reserve berikutnya.

“Kenaikan harga minyak dengan laju seperti ini menimbulkan risiko makroekonomi dan pasar yang signifikan,” kata Wakil kepala strategi investasi di Manulife John Hancock Investments Matt Miskin dikutip Reuters, Jumat (24/6/2026).

Dia menambahkan, data tingkat pengangguran yang rendah akan menekan The Fed untuk fokus pada upaya memerangi inflasi.

Ia juga menyoroti kurangnya antusiasme, bahkan terhadap laporan laba yang kuat, karena para investor kesulitan membenarkan valuasi yang tinggi.

“Secara agregat, angkanya memang bagus, tetapi banyak perusahaan yang mengalami peristiwa yang menyebabkan harga sahamnya turun,” kata Miskin.

“Begitu ada celah sekecil apa pun, saham-saham langsung dijual habis," lanjutnya,

Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI), turun 506,93 poin, atau 0,97 persen, menjadi 51.711,65, S&P 500 (.SPX), turun 90,66 poin, atau 1,21 persen, menjadi 7.408,30, dan Nasdaq Composite (.IXIC), turun 553,21 poin, atau 2,15 persen, menjadi 25.137,69.

Sebelas sektor industri utama S&P 500 menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan hanya empat di antaranya yang menguat pada hari itu. Sektor dengan kenaikan terbesar adalah sektor industri (.SPLRCI), naik 1,77 persen berkat dorongan dari saham-saham pertahanan termasuk Lockheed Martin (LMT.N), dan RTX (RTX.N).

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement