sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Melemah, Sentimen AI Masih Bebani Saham Teknologi

Market news editor Nia Deviyana
06/02/2026 06:14 WIB
Wall Street melemah tajam pada penutupan perdagangan Kamis (5/2/2026), dengan Nasdaq terseret ke level terendah sejak November.
Wall Street Ditutup Melemah, Sentimen AI Masih Bebani Saham Teknologi. Foto: AP.
Wall Street Ditutup Melemah, Sentimen AI Masih Bebani Saham Teknologi. Foto: AP.

IDXChannel - Wall Street melemah tajam pada penutupan perdagangan Kamis (5/2/2026), dengan Nasdaq terseret ke level terendah sejak November akibat penurunan saham Microsoft, Amazon, dan raksasa teknologi lainnya.

Melansir Reuters, Indeks S&P 500 turun 1,23 persen dan ditutup di 6.798,40 poin. Nasdaq turun 1,59 persen ke 22.540,59 poin, sementara Dow Jones Industrial Average turun 1,20 persen ke 48.908,72 poin.

Sebelumnya, saham Alphabet juga mengalami penurunan 0,55 persen setelah induk Google itu berencana mengalokasikan belanja modal hingga USD185 miliar pada 2026. Bersama para pesaingnya, perusahaan-perusahaan Big Tech ini diperkirakan menggelontorkan lebih dari USD500 miliar secara kolektif untuk AI tahun ini.

Menambah tekanan, saham Microsoft turun 5 persen, Palantir merosot 6,8 persen, dan Oracle jatuh 7 persen.

Amazon turun 4,4 persen pada perdagangan reguler, lalu anjlok lagi 10 persen setelah penutupan pasar, bergabung dengan para raksasa teknologi lain yang memproyeksikan belanja modal besar pada 2026. 

Hal ini menjadi sinyal terbaru bahwa perusahaan teknologi tidak akan mengerem investasi besar di AI dalam waktu dekat.

Saham produsen chip Nvidia, yang berpotensi diuntungkan dari peningkatan belanja AI industri, juga turun 1,4 persen.

Dalam beberapa bulan terakhir, investor semakin waspada terhadap besarnya belanja AI, sambil menunggu tanda yang lebih kuat bahwa investasi tersebut benar-benar meningkatkan pendapatan dan laba.

"Ini pertama kalinya kita melihat perusahaan teknologi berkapitalisasi besar seperti Microsoft, Alphabet, dan Amazon melewati siklus capex yang sangat besar, dan kita melihat volatilitas mengenai apakah investasi ini pada akhirnya akan berbuah hasil," kata ahli strategi investasi di US Bank Wealth Management, Minneapolis, Tom Hainlin.

Investor pekan ini juga khawatir  AI yang berkembang pesat bisa menggerus permintaan terhadap perangkat lunak tradisional, sehingga menekan margin laba di sektor tersebut. Saham software dan layanan data menambah tekanan, dengan ServiceNow turun 7,6 persen dan Salesforce merosot hampir 5 persen.

Indeks software dan layanan S&P 500 turun 4,6 persen, melemah selama tujuh sesi berturut-turut.

"Perdagangan AI yang tahun lalu menjadi pendorong kini mungkin menjadi pemadam tahun ini, karena orang mulai menyadari bahwa AI akan membantu beberapa jenis perusahaan tetapi juga akan merugikan, terutama sektor software," kata managing director riset keputusan investasi di SimCorp, Melissa Brown.

Qualcomm merosot 8,5 persen setelah memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal kedua di bawah perkiraan.

Indeks volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai indikator yang mengukur kewaspadaan di Wall Street, sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.

Saat para trader mengurangi eksposur ke saham AI yang mahal, rotasi pasar ke saham yang relatif lebih murah semakin menguat dalam beberapa hari terakhir.

Saham Estee Lauder anjlok 19 persen setelah pemilik merek Clinique itu memproyeksikan kinerja tahunan di bawah estimasi. Perusahaan fesyen Tapestry naik 10 persen setelah menaikkan proyeksi laba tahunan, sementara Hershey naik 9 persen berkat proyeksi laba tahunan yang lebih baik dari perkiraan.

Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim pengangguran baru meningkat lebih besar dari perkiraan pada pekan yang berakhir 31 Januari, sementara lowongan kerja turun ke level terendah dalam lebih dari lima tahun pada Desember.

Jumlah saham yang turun melampaui yang naik di S&P 500 dengan rasio 1,8 banding 1.

S&P 500 mencatat 44 saham yang mencetak rekor tertinggi baru dan 10 terendah baru, sementara Nasdaq mencatat 113 tertinggi baru dan 425 terendah baru.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement