AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga 

MARKET NEWS
Viola Triamanda/MPI
Sabtu, 25 Juni 2022 09:55 WIB
Tiga indeks utama Wall Street mengalami kenaikan, meski terjadi di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan harga komoditas.
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga
Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga

IDXChannel - Tiga indeks utama Wall Street mengalami kenaikan, meski terjadi di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan harga komoditas.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (25/6/2022) indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 2,68 persen pada perdagangan Jumat (24/6/2022) ke level 31.500,68. Sementara itu, indeks S&P 500 melonjak 3,06 persen ke 3.911,74 dan Nasdaq Composite melesat 3,34 persen ke 11.607,62.

Wall Street mencatatkan penguatan harian terbesar sejak Mei 2022. Indeks S&P 500 menguat 6,5 persen dalam sepekan. Reli imbal hasil obligasi Treasury AS mereda pada hari Jumat, namun imbal hasil obligasi dua tahun AS yang sensitif terhadap kebijakan masih mencatat penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Mei.

Sentimen mulai membaik pada hari Jumat  setelah ukuran ekspektasi inflasi konsumen jangka panjang Universitas Michigan turun dari level tertinggi 14 tahun yang dilaporkan sebelumnya. Namun meskipun begitu pasar obligasi mulai memberikan tanda peringatan resesi pada pekan ini.

Hal ini dinilai berpotensi mengurangi urgensi kenaikan suku bunga yang lebih agresif. Bahkan Presiden the Fed St. Louis James Bullard menyatakan bahwa kekhawatiran atas resesi AS menurutnya berlebihan. 

Sementara itu Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan rencanannya untuk mendinginkan inflasi dalam kesaksian kepada anggota parlemen pekan ini, dinilai  sebagai sebagai sinyal bahwa bank sentral akan memperhitungkan kemungkinan resesi saat menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi oleh sebagian pelaku pasar.

CEO Defiance ETFs Sylvia Jablonski berpendapat bahwa kinerja pasar sangat positif dalam beberapa hari terakhir dan hal itu menandakan adanya reli bearish jangka pendek.

"Kita telah melewati pertemuan Fed dan segala jenis kesaksian Fed, jika tidak ada berita buruk tambahan, penguatan indeks dapat berlanjut selama beberapa hari ke depan,” ungkapnya.

Selain itu penurunan tajam harga komoditas minggu ini membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Indeks Refinitiv/CoreCommodity yang mengukur harga energi, pertanian, logam dan komoditas lainnya, turun ke level terendah sekitar dua bulan pada hari Kamis setelah mencapai puncak multi-tahun pada awal Juni.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD