sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat di Tengah Optimisme Meredanya Konflik Timteng

Market news editor Rahmat Fiansyah
17/04/2026 06:10 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali ditutup menghijau dan mencetak rekor baru pada perdagangan Kamis (16/4/2026) waktu setempat.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali ditutup menghijau dan mencetak rekor baru pada perdagangan Kamis (16/4/2026) waktu setempat. (Foto: AP)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali ditutup menghijau dan mencetak rekor baru pada perdagangan Kamis (16/4/2026) waktu setempat. (Foto: AP)

Sementara itu, Direktur Per Stirling Capital Management, Robert PhippsPer melihat data ekonomi AS menunjukkan tren yang beragam. Klaim pengangguran mingguan turun lebih besar dari perkiraan, menandakan pasar tenaga kerja tetap stabil, meski perusahaan masih berhati-hati dalam menambah tenaga kerja akibat dampak konflik Iran.

“Perang masih menjadi pendorong paling penting bagi pasar. Tekanan sebelumnya sudah sangat besar ke bawah dan kini mulai berbalik. Sekarang pasar perlu kembali bergerak berdasarkan fundamentalnya,” ujarnya.

Secara indeks, Dow Jones Industrial Average naik 0,24 persen ke 48.578,72, S&P 500 menguat 0,26 persen ke 7.041,28, dan Nasdaq Composite naik 0,36 persen ke 24.102,70. Nasdaq mencatat kenaikan selama 12 hari berturut-turut, menjadi rekor terpanjang sejak Juli 2009.

Sebagian besar sektor dalam S&P 500 menguat, dengan sektor energi naik 1,6 persen seiring kenaikan harga minyak. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi yang terlemah dengan penurunan 0,8 persen.

Dari sisi kinerja emiten, PepsiCo naik 2,3 persen setelah melampaui ekspektasi laba kuartalan. Sebaliknya, Abbott turun 6 persen setelah memangkas proyeksi laba tahunan. Charles Schwab menjadi penekan terbesar dengan penurunan 7,6 persen usai merilis laporan keuangan.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement