Kapitalisasi pasar Nvidia meledak dalam tiga tahun terakhir menjadi lebih dari USD5 triliun. Laporan triwulanan mereka juga menjadi peristiwa yang menggerakkan pasar dan dicermati dengan saksama.
Banyak perusahaan teknologi besar telah menguraikan rencana untuk berinvestasi besar-besaran dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung sistem AI. Artinya ekspektasi terhadap pengembalian investasi Nvidia sangat tinggi. Adapun saham perusahaan ditutup 1,3 persen lebih tinggi.
Laporan pendapatan Nvidia juga muncul di saat sentimen Wall Street sedang terpuruk, karena kurangnya terobosan dalam konflik Timur Tengah dan aksi jual obligasi global.
Sementara itu, penurunan harga obligasi dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga yang cepat dari bank sentral di seluruh dunia. Hal ini untuk mengatasi guncangan inflasi yang muncul akibat melonjaknya harga minyak. Dengan latar belakang seperti itu, kinerja Nvidia berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar saham.
"Nvidia adalah saham AI terpenting, dan karena sebagian besar keuntungan pasar saham selama beberapa tahun terakhir didorong oleh kemampuan AI yang luar biasa, hasil laporan pendapatan hari Rabu sangat berarti bagi pasar ini," kata James Demmert, Kepala Investasi di Main Street Research.
(kunthi fahmar sandy)