Lebih lanjut, dia mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi menjadi pengingat bahwa harga saham dan obligasi bisa turun secara bersamaan dalam situasi di mana suku bunga naik dengan cepat. Obligasi secara tradisional dianggap sebagai sarana diversifikasi terhadap volatilitas saham; hal ini memang bisa berhasil, namun tidak selalu demikian.
“Investor sebaiknya memastikan mereka memiliki kelas aset lain yang benar-benar memberikan diversifikasi, seperti komoditas, untuk mengantisipasi kemungkinan suku bunga terus naik dan pada akhirnya turut menyeret turun harga saham," tambahnya.
Lonjakan Permintaan Server AI Dorong Dell Menaikkan Proyeksi Kinerja
Saham Dell melonjak hampir 16 persen dan mencatatkan kenaikan persentase tertinggi di indeks S&P 500, setelah perusahaan tersebut melampaui ekspektasi laba kuartalan dan mengungguli estimasi pendapatan dengan selisih yang cukup besar, didorong oleh lonjakan permintaan server kecerdasan buatan (AI) mereka. Perusahaan juga menaikkan proyeksi kinerja keuangan (baik pendapatan maupun laba) untuk tahun fiskal penuh.
Dell menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dari lonjakan tren kecerdasan buatan (AI) yang dimulai pada akhir 2022. Perusahaan ini telah menjalin kemitraan dengan produsen cip untuk menjadi salah satu manufaktur terbesar server berskala rack yang tangguh serta infrastruktur yang mampu mendukung beban kerja AI. Dell telah mencatatkan pesanan server AI senilai puluhan miliar dolar dan mengumpulkan tumpukan pesanan (backlog) yang sangat besar.
Chief Operating Officer Dell, Jeff Clarke, menyatakan bahwa bisnis server AI mencatatkan rekor pesanan tertinggi sepanjang masa sebesar USD60,9 miliar, menghasilkan pendapatan USD16,4 miliar, dan menutup kuartal tersebut dengan rekor backlog senilai USD95 miliar.