sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Menguat Terdorong Saham Dell dan Nvidia

Market news editor Febrina Ratna Iskana
03/09/2026 06:41 WIB
Wall Street ditutup rebound dari penurunan di sesi sebelumnya terdorong saham Dell dan Nvidia, serta turunnya harga minyak dunia dan yield Treasury.
Wall Street Ditutup Menguat Terdorong Saham Dell dan Nvidia. (Foto: iNews Media Group)
Wall Street Ditutup Menguat Terdorong Saham Dell dan Nvidia. (Foto: iNews Media Group)

Di wilayah lain, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun menembus angka 3 persen untuk pertama kalinya sejak Agustus 1996, obligasi Jerman tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak Maret 2011, dan obligasi pemerintah Inggris (gilt) tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Juli 2007.

Aksi jual ini dipicu oleh kekhawatiran mengenai inflasi di tengah tingginya harga minyak, kekhawatiran akan penerbitan utang yang tidak berkelanjutan oleh perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur AI mereka, serta membengkaknya utang fiskal. Kenaikan imbal hasil mendorong naiknya biaya pinjaman, yang pada gilirannya dapat membebani konsumen dan dunia usaha.

Lonjakan imbal hasil juga biasanya berdampak pada aset pertumbuhan (growth assets), khususnya saham teknologi. Seiring naiknya imbal hasil, tingkat diskonto pun meningkat, sehingga secara otomatis mengurangi nilai kini dari pendapatan masa depan. Sektor-sektor pertumbuhan dengan durasi tinggi, seperti perangkat lunak dan semikonduktor, menghadapi penyesuaian harga pasar yang paling signifikan.

"Salah satu argumennya adalah bahwa kenaikan imbal hasil obligasi bukanlah kabar buruk, melainkan kabar baik, karena hal itu merupakan konsekuensi logis dari laju pertumbuhan ekonomi yang sehat, terutama dalam nilai nominal. Hal ini juga bisa mencerminkan kembalinya kondisi normal setelah masa-masa tidak lazim pada tahun 2010-an dan awal 2020-an, ketika suku bunga acuan dan imbal hasil obligasi berada di dekat level nol. Kondisi tersebut menyiratkan biaya uang—dan waktu—yang hampir nol, sesuatu yang secara riil tidak masuk akal," ujar direktur investasi di AJ Bell, Russ Mould,

"Suku bunga dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dengan sendirinya tidak serta-merta menandakan berakhirnya tren kenaikan pasar saham (bull run)," tambahnya.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement