sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Turun Meski Intel dan AMD Menguat, S&P 500 Tertekan Kinerja JPMorgan

Market news editor Febrina Ratna Iskana
14/01/2026 06:30 WIB
Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (13/1/2025) dengan indeks S&P 500 merosot imbas kinerja JPMorgan yang menyeret saham-saham perbankan turun.
Wall Street Ditutup Turun Meski Intel dan AMD Menguat, S&P 500 Tertekan Kinerja JPMorgan. (Foto: AP Photo)
Wall Street Ditutup Turun Meski Intel dan AMD Menguat, S&P 500 Tertekan Kinerja JPMorgan. (Foto: AP Photo)

Dengan mengesampingkan harga barang-barang yang mudah berubah seperti makanan dan bahan bakar, indeks harga konsumen "inti" dari Departemen Tenaga Kerja tercatat sebesar 2,6 persen per tahun dan 0,2 persen per bulan. Angka-angka ini juga sama dengan angka pada November, dan sedikit lebih rendah dari perkiraan.

Data inflasi dan kekuatan pasar tenaga kerja merupakan dua pertimbangan terbesar The Fed dalam menetapkan suku bunga. Data penggajian non-pertanian yang dirilis minggu lalu menunjukkan beberapa ketahanan di sektor tenaga kerja.

"Peluang penurunan suku bunga pada Januari masih tipis. Peluang itu lebih terlihat pada Maret," kata Kepala Perdagangan di Financial Markets Online, Jarek Sklodowki, dilansir dari Investing, Rabu (14/1/2026).

"Pemulihan Amerika masih sesuai rencana, meskipun penciptaan lapangan kerja agak mengecewakan, jadi The Fed tidak akan terburu-buru untuk menurunkan suku bunga, tetapi disinflasi berarti mereka memiliki kebebasan untuk melakukannya,” sambungnya.

Di sisi lain, JPMorgan Chase (NYSE:JPM) melaporkan pendapatan dan laba kuartal keempat yang melampaui perkiraan, tetapi kinerjanya lebih lemah dari perkiraan di divisi perbankan investasinya. Hal itu terjadi tepat ketika akuisisi program kartu kredit Apple membebani laba bank tersebut.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement