sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Variatif Imbas Berlanjutnya Aksi Ambil Untung Saham-Saham AI

Market news editor Rahmat Fiansyah
10/06/2026 06:29 WIB
Bursa saham AS ditutup variatif setelah aksi jual kembali melanda saham-saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)
Bursa saham AS ditutup variatif setelah aksi jual kembali melanda saham-saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). (Foto: iNews Media Group)
Bursa saham AS ditutup variatif setelah aksi jual kembali melanda saham-saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). (Foto: iNews Media Group)

Pelemahan saham AI menutupi sentimen positif dari turunnya harga minyak. Sekitar tiga dari empat saham anggota S&P 500 sebenarnya mencatat kenaikan. Harga minyak Brent turun 3 persen menjadi USD91,45 per barel seiring naik-turunnya harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun, harga minyak memangkas sebagian penurunannya setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter militer Amerika di dekat Selat Hormuz. Trump mengatakan Amerika Serikat "harus" merespons serangan tersebut.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun menjadi 4,52 persen dari sebelumnya 4,56 persen. Meski demikian, level tersebut masih jauh di atas posisi 3,97 persen sebelum konflik dengan Iran meningkat. Investor kini menanti data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu dan Kamis waktu setempat.

Pelaku pasar juga memperkirakan Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga acuan setidaknya satu kali lagi hingga akhir tahun. Suku bunga yang lebih tinggi dapat membantu menekan inflasi, tetapi berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi serta membebani valuasi saham dan aset investasi lainnya.

Di sisi korporasi, saham American Airlines naik 3,6 persen dan Delta Air Lines menguat 3,8 persen seiring turunnya harga minyak yang berpotensi mengurangi biaya bahan bakar. Sementara itu, J.M. Smucker melonjak 10,4 persen setelah membukukan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi analis. Adapun saham perusahaan bioteknologi Nuvalent melesat 39,3 persen setelah menyepakati akuisisi senilai USD10,6 miliar oleh GSK.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement