sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Lesu, Saham Teknologi dan Perbankan Pimpin Pelemahan

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
15/01/2026 06:27 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup lebih rendah pada Rabu 14 Januari 2026, waktu setempat.
Wall Street Lesu, Saham Teknologi dan Perbankan Pimpin Pelemahan. (Foto Istimewa)
Wall Street Lesu, Saham Teknologi dan Perbankan Pimpin Pelemahan. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup lebih rendah pada Rabu 14 Januari 2026, waktu setempat. Penurunan dipimpin oleh Nasdaq imbas merosotnya saham teknologi dan perbankan.

Dilansir dari Reuters, Kamis (15/1/2026), indeks Dow Jones Industrial Average turun 42,36 poin atau 0,09 persen menjadi 49.149,63, S&P 500 kehilangan 37,14 poin atau 0,53 persen menjadi 6.926,60, dan Nasdaq Composite melemah 238,12 poin atau 1,00 persen menjadi 23.471,75.

Sektor keuangan, termasuk bank, yang mengalami kenaikan tajam pada 2025, telah jatuh pada pekan ini di tengah kekhawatiran atas usulan Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit, yang menurut para eksekutif JPMorgan dapat menekan konsumen dan merugikan keuntungan sektor keuangan.

"Setelah kenaikan yang bagus, dan pendapatan yang biasa-biasa saja atau medioker, kini melihat aksi ambil untung dan konsolidasi di sektor perbankan," kata Kepala Strategi Pasar di JonesTrading, Michael O’Rourke.

Di sektor teknologi, katanya, investor berupaya untuk beralih dari saham-saham megacap yang mahal ke saham-saham bernilai dan yang lebih defensif.

Indeks keuangan S&P 500 turun bersamaan dengan sektor teknologi S&P 500, sementara kelompok yang lebih defensif termasuk barang konsumsi pokok, mengalami kenaikan.

Di sisi lain, saham-saham energi naik, dengan harga minyak stabil lebih tinggi di tengah kekhawatiran tentang gangguan pasokan Iran. Harga minyak kemudian turun di akhir hari.

Investor juga mencerna data pada Rabu pagi yang menunjukkan harga produsen di AS sesuai dengan perkiraan pada November, tetapi penjualan ritel melampaui ekspektasi. Sebuah laporan pada Selasa menunjukkan harga konsumen Desember naik sesuai proyeksi.

Suku bunga secara luas diperkirakan akan tetap stabil sepanjang paruh pertama tahun ini, termasuk pada pertemuan Federal Reserve bulan Januari, dengan para pedagang memperkirakan setidaknya dua kali penurunan sebelum akhir tahun, menurut data LSEG.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement