sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Menguat, Nasdaq dan S&P 500 Terangkat Berkat Proyeksi Pendapatan Nvidia

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
28/08/2026 06:15 WIB
Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis (27/8/2026), dengan indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi mencatatkan kinerja lebih baik.
Wall Street Menguat, Nasdaq dan S&P 500 Terangkat Berkat Proyeksi Pendapatan Nvidia. (Foto Istimewa)
Wall Street Menguat, Nasdaq dan S&P 500 Terangkat Berkat Proyeksi Pendapatan Nvidia. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis (27/8/2026) waktu setempat, dengan indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan indeks lainnya.

Hal itu terjadi setelah proyeksi pendapatan yang sangat kuat dari produsen chip Nvidia menegaskan kembali besarnya momentum lonjakan AI dan mendorong kenaikan saham-saham teknologi.

Dilansir dari Reuters, Jumat (28/8/2026), indeks S&P 500 ditutup naik 55,29 poin atau 0,72 persen ke level 7.730,99, Nasdaq Composite menguat 411,16 poin atau 1,57 persen menjadi 26.541,35, dan Dow Jones Industrial Average menanjak 105,56 poin atau 0,20 persen ke level 53.569,44.

Saham Nvidia melonjak 8,7 persen setelah proyeksi solid dari perusahaan chip tersebut melampaui ekspektasi tinggi investor. Hal ini memperkuat pandangan reli saham teknologi masih memiliki ruang untuk berlanjut, mengingat perusahaan-perusahaan yang menjadi tulang punggung pengembangan AI terus mencatatkan pertumbuhan mengesankan.

"Hasil kinerja Nvidia menunjukkan permintaan dalam lonjakan AI belum mereda, meskipun mewujudkan pertumbuhan tersebut kini menjadi lebih mahal dan padat modal," ujar Ahli Strategi Pasar Global eToro, Lale Akoner.

Dalam sebuah catatan pada Kamis, Morgan Stanley menyatakan proyeksi pertumbuhan pendapatan Nvidia sebesar 70 persen untuk tahun depan jauh melampaui estimasi mereka yang sebesar 52 persen, serta lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus pasar yang berada di kisaran 40 persen.

"Kami memperkirakan Nvidia akan terus mendobrak batasan untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi," kata Analis Joseph Moore dalam catatan tersebut.

Nvidia telah memperingatkan bahwa kekurangan pasokan komponen memori dapat menghambat laju pertumbuhan industri ini.

Saham-saham AS yang terkait dengan industri chip secara umum mengalami kenaikan, dengan indeks semikonduktor mencatatkan penguatan sebesar 2,3 persen. Sektor teknologi informasi S&P 500 naik 3,4 persen, menjadikannya sektor dengan kinerja terbaik di antara 11 sektor penyusun indeks S&P 500, yang sebagian besar justru mencatatkan penurunan.

"Meskipun laporan laba Nvidia yang melampaui ekspektasi dan panduan kinerja yang kuat kembali memicu optimisme pasar, jelas terlihat bahwa tidak semua sektor pasar turut menikmatinya," ujar Ahli Strategi Investasi Senior di Allianz Investment Management, Charlie Ripley.

"Hambatan pasar terus menjadi faktor penekan; suku bunga yang lebih tinggi, ketegangan geopolitik, dan dinamika perdagangan global, antara lain, turut berperan dalam pelemahan yang terjadi di sektor-sektor lain," kata dia.

Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari USD2 per barel pada Kamis, menyusul laporan Wall Street Journal yang menyebutkan Presiden AS Donald Trump tidak berminat untuk kembali pada ketentuan nota kesepahaman yang dicapai dengan Iran pada Juni.

Setelah hasil kinerja Nvidia dirilis, perhatian investor beralih ke pidato pertama Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Investor menantikan petunjuk mengenai sikap bank sentral terhadap data inflasi terkini serta upaya Departemen Keuangan AS untuk meredam imbal hasil obligasi.

"Tema yang kerap diusung Warsh adalah fokusnya pada sisi penawaran ekonomi, dan kami memperkirakan hal itu akan tetap menjadi fokus utamanya," ujar Kepala Ekonom AS di Natixis, Christopher Hodge.

Dua pejabat The Fed menyampaikan kelanjutan akan kekhawatiran mereka mengenai prospek inflasi pada Kamis, sembari menegaskan kembali sikap mereka untuk menaikkan suku bunga guna mengatasi tekanan harga.

Sementara itu, jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya turun selama dua minggu berturut-turut, dengan angka keseluruhan merosot ke level terendah dalam sebulan, yang mengindikasikan stabilitas pasar tenaga kerja.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement