IDXChannel - Indeks-indeks utama saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, dibuka menguat pada perdagangan Jumat (21/8/2026) waktu setempat, setelah mengalami tekanan hebat di sesi sebelumnya.
Meski demikian, pasar tetap berada di jalur untuk menutup pekan perdagangan dengan penurunan akibat tingginya imbal hasil obligasi pemerintah dan ketegangan geopolitik.
Dilansir dari Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 361,71 poin atau 0,68 persen menjadi 53.119,88, S&P 500 naik 29,02 poin atau 0,39 persen ke level 7.670,18, dan Nasdaq Composite menanjak 49,29 poin atau 0,19 persen menjadi 26.116,66.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi, berpotensi mengakhiri tren kenaikan selama tiga pekan berturut-turut, sementara Dow Jones menuju penurunan mingguan kedua secara beruntun dan mencatat penurunan mingguan terdalam sejak pertengahan Maret.
Sebagian besar saham mega cap dan growth stocks menguat, dengan Meta dan Tesla masing-masing naik lebih dari 1 persen.
Saham teknologi diperkirakan mencatat kinerja lebih buruk dibandingkan sektor lain pekan ini, tertekan oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau treasury tenor panjang. Kekhawatiran mengenai utang pemerintah yang membengkak, biaya pendanaan yang lebih tinggi, dan ketakutan akan inflasi yang persisten telah mendorong imbal hasil obligasi Treasury tenor 30 tahun ke level tertinggi dalam 19 tahun pada Selasa.
Pengumuman Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis, bahwa pemerintah dapat meningkatkan pembelian kembali (buyback) obligasi Treasury setelah intervensi tak terduga pada Rabu, memberikan sentimen positif sesaat.
Direktur Pelaksana Arca Paul Stanley mengatakan, pasar obligasi yang masif tersebut mencerminkan ekspektasi ekonomi yang lebih kuat dan inflasi yang lebih tinggi, sehingga dampak positif tersebut hanya bersifat sementara.
"Ini merupakan satu lagi faktor kekhawatiran bagi pasar, namun pada akhirnya, pasar kemungkinan akan kembali fokus pada potensi AI dan bagaimana perusahaan memanfaatkan peningkatan produktivitas ini untuk mendorong laba," ujarnya.
Perhatian kini akan beralih ke data pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures pada pekan depan yang merupakan indikator inflasi pilihan Federal Reserve AS, menyusul data inflasi yang moderat pekan lalu yang meredam spekulasi mengenai kenaikan suku bunga bank sentral dalam waktu dekat.
Pidato pejabat The Fed Kevin Warsh, di simposium Jackson Hole juga akan dicermati oleh para investor. Kemudian, Nvidia dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan kuartalan pekan depan dalam ujian berikutnya bagi tren perdagangan saham terkait kecerdasan buatan (AI).
Indeks S&P 500 mencatatkan empat rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan dua rekor terendah baru, sedangkan indeks Nasdaq Composite mencatat 34 rekor tertinggi baru dan 33 rekor terendah baru.
(Dhera Arizona)