AALI
9950
ABBA
390
ABDA
0
ABMM
1475
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2890
ADHI
1030
ADMF
7700
ADMG
192
ADRO
1805
AGAR
340
AGII
1520
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
174
AHAP
66
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4110
AKSI
420
ALDO
1055
ALKA
244
ALMI
234
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.09
1.18%
+5.89
IHSG
6537.83
0.46%
+30.15
LQ45
941.65
1.08%
+10.11
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,641 / gram

Waspada! Penipuan di Balik Robot Trading, Pahami Dulu Bahayanya

MARKET NEWS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 24 November 2021 18:20 WIB
Demi mendapatkan keuntungan lebih besar, sektor investasi mulai dilirik banyak orang. Banyak yang emnawarkan robot trading untuk mempermuda perdagangan.
Waspada! Penipuan di Balik Robot Trading, Pahami Dulu Bahayanya. (Foto: MNC Media)
Waspada! Penipuan di Balik Robot Trading, Pahami Dulu Bahayanya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Demi mendapatkan keuntungan lebih besar, sektor investasi mulai dilirik banyak orang. Alhasil, bisnis ini pun dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan kedok robot trading yang marak dipakai pada mata uang Crypto.

Modus penawaran investasi bodong tersebut kerap menggunakan sistem member get member tanpa izin usaha. Sistem tanpa izin tersebut sangat berpotensi merupakan skema ponzi dan sangat berbahaya karena apabila sudah ambruk maka masyarakat yang akan mengalami kerugian.

Kanit IV Subdit V Dittipidaksus Bareskrim Polri, AKBP Yogie Hardiman, mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh iming-iming yang ditawarkan oleh pelaku investasi bodong. Biasanya, robot trading ilegal menawarkan keuntungan besar dengan profit yang terbilang tetap.

"Masyarakat harus logis dalam berinvestasi," katanya dikutip Rabu (24/ 11/2021).

Yogie Hardiman juga mengingatkan kepada masyarakat agar mengecek legalitas perusahaan penyedia robot trading tersebut. Masyarakat sebaiknya tidak menaruh dana investasi di robot trading ilegal.

"Perizinan robot trading itu ke kementerian atau lembaga terkait seperti BKPM, Kemendag, dan Bappebti. Apabila tidak ada izin maka dapat dikatakan ilegal," tuturnya.

Salah satu perusahaan penyedia robot trading yang tengah menjadi sorotan ialah RoyalQ Indonesia dengan layanan RoyalQ.

Perusahaan yang mengklaim dirinya sebagai penyedia layanan artificial intelligence robot trading platform ini ternyata tidak mengantongi izin terkait. Bahkan, perusahaan ini sedang terseret kasus dugaan tindak pidana perdagangan, perlindungan konsumen, dan pencucian uang.

Oleh karena itu, Yogie Hardiman sekali mengingatkan masyarakat agar cermat dalam memperhatikan aspek legal perusahaan investasi.

"Aspek legal harus diperhatikan (dalam berinvetasi)," pungkas Yogie Hardiman.

Terbaru, Satgas Waspada Investasi (SWI) memanggil RoyalQ Indonesia karena masuknya pengaduan dari masyarakat terkait dugaan melakukan kegiatan penghimpunan dana dan pengelolaan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat. Sampai saat ini SWI belum merespons pertanyaan terkait hasil pertemuan tersebut. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD