AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

Waspadai Perkembangan Digital, BI : Bankir Berpotensi Kehilangan Pekerjaan

MARKET NEWS
Rina Anggraeni/Sindonews
Jum'at, 22 Januari 2021 22:30 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan potensi besar pekerja di industri perbankan atau bankir untuk kehilangan pekerjaannya akibat perkembangan digital.
Waspadai Perkembangan Digital, BI : Bankir Berpotensi Kehilangan Pekerjaan. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Mencermati perkembangan digital terutama di sektor perbankan, Bank Indonesia (BI) meminta agar industri mencermati hal tersebut. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan terdapat potensi besar bagi para pekerja di industri perbankan atau bankir untuk kehilangan pekerjaannya.

Sejatinya perkembangan transaksi digital bank atau digital banking di Indonesia pada 2021 diperkirakan sangat pesat terutama dengan meleknya generasi anak muda terhadap perubahan teknologi dan kesadaran akan transaksi digital.

"Jadi para bankir apakah Anda ingin disowani (disamperin) lama-lama Anda ditinggalkan, wes (sudah) dijamin lah. Kalau para bankir, masih ingin disowani kepada panjenengan semua, Anda kemudian enggak ada kerjaan, akan ditinggal konsumen," ujar Perry dalam video virtual,Jumat (22/1/2021).

Dengan pesatnya perkembangan digital, ujar Perry, para bankir tidak lagi bisa berdiam diri dan menunggu masyarakat menggunakan layanannya seperti selama ini. Menurutnya peran teknologi digital mengharuskan mereka untuk memberi pelayanan lebih ke konsumen.

"Dulu kan masyarakat harus sowan ke yang mulia para bankir-bankir ini. Mau transfer, ambil uang, setor, nah sekarang you have to service them melalui digital banking. Sekarang masyarakat sudah pinginnya transaksi hanya melalui HP," tegas Perry.

Melirik dari data terbaru, total transaksi digital tersebut berasal dari transaksi melalui perdagangan elektronik atau e-Commerce bahkan mencapai Rp253 triliun di 2020. Sedangkan pada 2021 melonjak 33,2% menjadi Rp337 triliun.

Sedangkan yang berasal dari penggunaan uang elektronik, tercatat tembus Rp201 triliun di 2020. Sementara pada 2021 akan mengalami kenaikan mencapai 32,3 persen menjadi sebesar Rp266 triliun.

"Dan itulah kenapa Bank Indonesia sangat agresif melakukan digitalisasi sistem pembayaran. Ingat itu lihat angkanya digital banking, ini termasuk online banking, mobile banking, transaksi yang tidak butuh tatap muka," jelas Perry Warjiyo. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD