IDXChannel – PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) atau WGS Ventures berencana melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada Semester II-2026. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan penghimpunan dana hingga Rp25,23 miliar untuk memperkuat modal kerja sekaligus mendukung ekspansi usaha.
Dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 13 Juli 2026, Direktur Utama WGS Ventures, Hendy Rusli, menyampaikan harga pelaksanaan PMTHMETD diperkirakan berada pada kisaran Rp121-Rp130 per saham. Adapun harga final akan mengacu pada ketentuan BEI, yakni paling sedikit 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum permohonan pencatatan saham tambahan diajukan.
Dengan asumsi harga pelaksanaan sebesar Rp121 per saham dan penerbitan maksimal 208,5 juta saham baru, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp25,23 miliar yang akan disetor penuh secara tunai oleh investor.
Manajemen menegaskan aksi korporasi tersebut tidak akan mengubah struktur pengendali perusahaan. Pemegang Saham Pengendali (PSP) akan tetap sama seperti sebelum pelaksanaan PMTHMETD.
Perseroan juga mengungkapkan saat ini masih melakukan penjajakan dan negosiasi dengan sejumlah calon investor strategis. Seluruh calon investor yang tengah didekati merupakan pihak independen dan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.
Seluruh dana bersih hasil private placement akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis. Sebesar Rp20 miliar akan dialokasikan pada Semester II-2026 untuk pembelian bahan baku berupa sampah botol plastik cacah (flakes), yang selanjutnya diolah menjadi pellet recycled polyethylene terephthalate (rPET) dan botol baru berstandar food grade guna meningkatkan volume penjualan.
Sementara itu, sisa dana sekitar Rp5,23 miliar akan digunakan pada Semester I-2027 untuk membiayai pembangunan platform digital bagi pemulung sampah berbasis aplikasi. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan sistem, pembayaran gaji karyawan, serta kebutuhan operasional lainnya dalam mendukung digitalisasi ekosistem daur ulang.
Secara proforma berdasarkan posisi keuangan per September 2025, aksi korporasi ini diproyeksikan meningkatkan total aset perseroan sebesar 5,51 persen menjadi Rp79,89 miliar. Ekuitas juga diperkirakan naik 6,39 persen menjadi Rp69,38 miliar.
Di sisi lain, porsi kepemilikan saham publik (free float) diproyeksikan terdilusi dari 19,75 persen menjadi 17,95 persen. Meski demikian, perseroan memastikan persentase tersebut masih memenuhi ketentuan minimum free float yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia.
(Shifa Nurhaliza Putri)