Seluruh dana bersih hasil private placement akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis. Sebesar Rp20 miliar akan dialokasikan pada Semester II-2026 untuk pembelian bahan baku berupa sampah botol plastik cacah (flakes), yang selanjutnya diolah menjadi pellet recycled polyethylene terephthalate (rPET) dan botol baru berstandar food grade guna meningkatkan volume penjualan.
Sementara itu, sisa dana sekitar Rp5,23 miliar akan digunakan pada Semester I-2027 untuk membiayai pembangunan platform digital bagi pemulung sampah berbasis aplikasi. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan sistem, pembayaran gaji karyawan, serta kebutuhan operasional lainnya dalam mendukung digitalisasi ekosistem daur ulang.
Secara proforma berdasarkan posisi keuangan per September 2025, aksi korporasi ini diproyeksikan meningkatkan total aset perseroan sebesar 5,51 persen menjadi Rp79,89 miliar. Ekuitas juga diperkirakan naik 6,39 persen menjadi Rp69,38 miliar.
Di sisi lain, porsi kepemilikan saham publik (free float) diproyeksikan terdilusi dari 19,75 persen menjadi 17,95 persen. Meski demikian, perseroan memastikan persentase tersebut masih memenuhi ketentuan minimum free float yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia.
(Shifa Nurhaliza Putri)