Yusmen menerangkan, optimisme tersebut didorong oleh beberapa faktor kunci yakni perpanjangan kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027, adanya peningkatan permintaan hunian tapak di Jabodetabek.
"Terutama untuk landed house di wilayah penyangga seperti Bogor dan Tangerang, yang didorong oleh kebutuhan riil (end-user) dan keluarga muda," katanya.
Kemudian, adanya peningkatan konektivitas melalui masifnya infrastruktur transportasi mulai dari LRT, MRT, dan tol baru di Jabodetabek.
"Akhirnya meningkatkan nilai investasi properti secara signifikan di kawasan yang menjadi titik fokus pengembangan WINR," ujar Yusmen.