AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Yelooo (YELO) Resmi Akuisisi Perusahaan Penyedia Digital ISP

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Selasa, 11 Januari 2022 10:06 WIB
Awal tahun ini, YELO resmi mengakuisisi 49% saham PT Telemedia Komunikasi Pratama untuk Digital ISP sebagai percepatan ekspansi dan hadirkan internet cepat.
Yelooo (YELO) Resmi Akuisisi Perusahaan Penyedia Digital ISP. (Foto: MNC Media)
Yelooo (YELO) Resmi Akuisisi Perusahaan Penyedia Digital ISP. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), emiten teknologi di bidang jasa penyedia alat teknologi komunikasi dan layanan konektivitas, terus melakukan ekspansi layanan seiring transformasi bisnis yang mereka canangkan tahun 2022.

Awal tahun ini, YELO resmi mengakuisisi 49% saham PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) untuk Digital ISP (Internet Service Provider) sebagai percepatan ekspansi dan hadirkan internet cepat. PT Telemedia melalui Viberlink adalah Digital ISP yang bergerak dalam membawa internet cepat keseluruh pelosok desa dengan menggunakan kabel fiber optic yang terbentang sepanjang Pulau Jawa.

Direktur Utama YELO, Wewy Susanto menyatakan, keberadaan YELO membuat model bisnis TKP bertransformasi menjadi Digital ISP.

"Hal ini menjadikan keseluruhan proses operasional akan dialihkan melalui jalur digital, sehingga pengalaman pengguna terhadap layanan connectivity akan semakin menarik dan kaya akan fitur lainnya,” ujar Wewy dalam keterangan resminya, Selasa (11/1/2022).

Akuisisi ini menunjukkan bahwa YELO berkomitmen untuk menghadirkan internet berkecepatan tinggi hingga 1 GB ke wilayah pelosok desa di Indonesia. Dengan demikian, kegiatan pendidikan, pertanian, maupun industri kreatif dapat berkembang pesat guna meningkatkan ekonomi desa setempat.

Langkah ini sesuai dengan komitmen Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam membangun infrastruktur konektivitas di seluruh pelosok desa di Indonesia demi mempercepat transformasi digital di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani, telah mengeluarkan anggaran Rp21 triliun kepada Kementerian Kominfo untuk komitmen membangun infrastruktur konektivitas keseluruh pelosok desa di Indonesia.

Sejalan dengan itu, YELO turut berupaya mempercepat pengadaan dan pembangunan akses internet di pelosok daerah dengan menyediakan solusi akses internet yang cepat dan terjangkau.

“Melihat kebutuhan akan internet yang semakin tinggi, Perseroan terus percepat pembangunan infrastruktur internet berbasis fiber optic yang terbentang di sepanjang Pulau Jawa untuk desa-desa di wilayah tier-2 dan tier-3,” ujar Wewy.

Ditambah dengan bergabungnya mantan Direktur Indosat (ISAT) dengan YELO pada RUPSLB yang digelar tanggal 5 Januari 2022, yang menunjuk Fadzri Sentosa sebagai Komisaris Utama YELO, diharapkan dapat mempercepat ekspansi YELO agar jauh lebih cepat dan masif.

Tujuan ini sejalan dalam rencana Perseroan yang akan membangun Digital Ecosystem berbasiskan Connectivity juga sebagai persiapan sambungan internet yang cepat dan terjangkau untuk Dunia Metaverse yang akan datang dalam waktu dekat.

Wewy menambahkan, aksi korporasi tersebut diambil untuk membantu para pelaku usaha dan start-up agar siap menghadapi berbagai tantangan connectivity dan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi seperti Metaverse di masa depan.

“Dalam dunia teknologi Metaverse di negara maju, infrastruktur internet bukan lagi masalah. Sedangkan di negara berkembang seperti Indonesia, terutama di kota tier-2 dan tier-3, masih menjadi isu yang belum tuntas karena Indonesia adalah negara kepulauan,” tutup Wewy. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD