AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

67 Persen Karyawan Lebih Nyaman WFH, Model Kerja Hybrid Jadi Solusi?

MILENOMIC
Intan Rakhmayanti Dewi
Senin, 01 November 2021 15:23 WIB
Sebanyak 67% karyawan melaporkan merasa lebih nyaman bekerja dari jarak jauh.
Sebanyak 67% karyawan melaporkan merasa lebih nyaman bekerja dari jarak jauh. (Foto: MNC Media)
Sebanyak 67% karyawan melaporkan merasa lebih nyaman bekerja dari jarak jauh. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 sejak tahun lalu membuat banyak hal berubah. Termasuk pola kerja yang saat ini lebih sering dikerjakan dari jauh. alias work from home (WFH).

Menurut survei Kaspersky baru-baru ini terhadap 4.303 pekerja sektor teknologi informasi (TI), 54% karyawan telah melaporkan peningkatan beban kerja sejak beralih ke sistem jarak jauh, dengan 18% menggambarkan peningkatan yang signifikan.

Selain itu,37% tidak melihat perubahan volume beban kerja, dan 9% mencatat penurunan lingkup kerja (scope of work) karena kondisi kerja yang baru.

Meskipun survei mengungkapkan bahwa lebih dari setengah karyawan mengalami peningkatan beban kerja, 64% dari mereka yang disurvei tidak lagi merasa kelelahan dari penerapan sistem kerja jarak jauh.

Hal ini didukung dengan fakta sebanyak 36% melaporkan memiliki lebih banyak energi saat bekerja dari rumah, dan 28% tidak melihat perbedaan antara bekerja dari kantor atau WFH.

Melalui keterangan tertulis, Senin (1/11/2021), dalam hal stabilitas emosional, format jarak jauh dapat diterima dengan baik oleh karyawan 67% melaporkan merasa lebih nyaman bekerja dari jarak jauh atau tidak mengalami peningkatan kecemasan akibat lembur, sementara 41% responden bahkan merasa lebih nyaman bekerja dari rumah.

Namun pada saat yang sama, persentase karyawan yang merasa tidak nyaman berada jauh dari rekan kerja masih cukup signifikan, dengan 36% responden mengatakan mereka merasa lebih lelah dan 33% merasa lebih cemas bekerja dari rumah.

Salah satu solusi yang populer di kalangan karyawan adalah model kerja hybrid. Format ini sangat disukai di kalangan para tenaga kerja, dengan hampir separuh karyawan yakni 45% beralih ke pekerjaan hibrida pada pertengahan 2021.

Solusi lain yang disambut baik adalah dengan menerapkan praktik kesejahteraan perusahaan. Kabar baiknya adalah bahwa banyak bisnis mencari berbagai cara demi membantu mengelola kesejahteraan sumber daya manusia dari potensi kelelahan dalam bekerja. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD