Konsep Glocalization
Dalam mengenal glocalization, Menurut Khondker (2005), ada beberapa hal yang jadi alasan mengapa konsep glocalization ini menarik buat khalayak :
- Keberagaman itu esensi kehidupan sosial. Apalagi di indonesia, semboyannya aja sudah “Bhinneka Tunggal Ika”.
- Keunikan jadi hal yang disukai orang-orang.
- Ada ketakutan kalau globalization bakal menghapus perbedaan yang ada, dan cenderung membuat dunia ini menjadi seragam.
Hal ini pula yang diterapkan oleh franchise dari luar negeri seperti perusahaan ternama global, yaitu Starbucks, KFC, Unilever, dan lainnya juga mengadopsi strategi ini.

Apa itu Glocalization dalam Dunia Bisnis? Yuk Intip Penjelasanya. (FOTO : MNC MEDIA)
Contoh Glocalization
Masih dalam pembahasan mengenal glocalization. Contoh dari glocalization adalah pada perusahaan F&B McDonald’s yang selalu inovasi membuat menu-menu spesial yang ada sentuhan lokalnya. Rendang, nasi uduk, bahkan, ada menu nasi juga udah jadi penyesuaian karena di negara asalnya nggak ada menu nasi.
Kehadiran restoran McDonald di seluruh dunia adalah contoh dari globalisasi, sementara perubahan yang dilakukan terhadap menu rantai restorannya, dalam upaya untuk menarik selera lokal adalah contoh dari glokalisasi.
Contoh lainnya yaitu mobil yang dijual di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar mirip, namun beberapa bagian disesuaikan untuk memenuhi kriteria lokal seperti standar emisi atau posisi setir (kanan dan kiri).
Agar perusahaan mereka sukses, seringkali kampanye globalisasi melibatkan media dan iklan yang ramah budaya lokal. Tujuannya adalah untuk mendorong penerimaan produk asing di antara khalayak lokal.