7. Tingkat Persaingan
Di kawasan dengan banyak toko roti serupa, potensi pendapatan bisa menurun jika tidak ada nilai tambah yang membedakan usaha tersebut.
8. Tren Konsumen
Permintaan terhadap roti sehat, organik, atau berkonsep ramah lingkungan dapat membuka peluang besar jika usaha roti mampu menyesuaikan diri dengan tren pasar.
Untuk mengetahui berapa potensi pendapatan usaha roti, Anda bisa melihat contoh analisanya sebagai berikut.
1. Modal Usaha Toko Roti
- Mixer roti: Rp4.000.000
- Kompor gas: Rp.400.000
- Oven gas: Rp5.000.000
- Timbangan kue: Rp100.000
- Loyang persegi: Rp100.000
- Loyang persegi panjang: Rp100.000
- Loyang cetakan kecil: Rp100.000
- Ayakan: Rp100.000
- Whisk (pengocok adonan): Rp70.000
- Peralatan masak (spatula, panci, wajan, dan lain-lain): Rp500.000
- Peralatan penunjang lainnya (cutter, pisau, gunting, plastik, sarung tangan, lap, dan lain-lain): Rp300.000
- Total: Rp10.770.000
2. Biaya Operasional Bulanan
- Listrik dan PDAM: Rp500.000
- Gas 12 kg: Rp210.000
- Bahan-bahan kue (tepung, mentega, telur, gula, dan lain-lain): Rp3.000.000
- Kemasan: Rp300.000
- Paket Internet: Rp250.000
- Total: Rp4.260.000
Dari perhitungan modal kasar di atas, dapat diperoleh estimasi total modal awal yang diperlukan untuk memulai bisnis toko kue adalah Rp10.770.000 + Rp4.260.000 sama dengan Rp15.030.000.
Adapun potensi pendapatan usaha roti yang bisa diperoleh dapat dihitung dengan perkiraan sebagai berikut.
Jika setiap harinya Anda bisa menjual 100 bungkus kue yang dihargai Rp5.000 per buah, maka peluang penerimaan bisnis Anda selama satu bulan adalah sebagai berikut: