Kemnaker juga terus memodernisasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), meningkatkan kualitas instruktur, serta memperluas akses pelatihan melalui ekosistem digital Siapkerja, khususnya fitur Skillhub.
Selain itu, penguatan pelatihan vokasi dilakukan melalui kemitraan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri. Lulusan pelatihan juga dibekali sertifikasi kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi nasional untuk memastikan keterampilan yang dimiliki relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Pelatihan tidak boleh berdiri terisolasi di atas menara gading. Kementerian Ketenagakerjaan mewajibkan kemitraan strategis link and match secara intensif dengan dunia usaha dan dunia industri,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Deputy Secretary General External Affairs Pink MUN 2026, Kalesa Salsabila Arizya, menyampaikan, ada kekhawatiran AI bisa menggerus peluang anak muda dalam bersaing memperebutkan lapangan pekerjaan ke depannya, meskipun sudah berusaha menempuh pendidikan sebaik mungkin.
Untuk itu, melalui diskusi hari ini yang diinisiasi sahabat kami, Anindya Khairunnisa dan teman-teman Pink MUN, kami ingin memperoleh pemahaman lebih luas, mengenai situasi hari ini dan bagaimana kami bisa menghadapinya, dari perspektif pemerintah yang diwakili Wamenaker Bapak Afriansyah Noor, lalu anggota DPR RI Bapak Dede Yusuf yang punya pengalaman panjang di dunia pendidikan. Lalu, dari sudut pandang UN Women, maupun negara-negara sahabat, yang diwakili Kedubes Meksiko.