Yos menegaskan, selain kepraktisan aplikasi, hal terpenting yang membuat emas digital begitu relevan bagi kaum muda adalah kebebasan finansial untuk memulainya. Berinvestasi emas kini tidak lagi membutuhkan modal jutaan rupiah.
“Dari Pegadaian, (generasi muda) bisa mulai dengan nominal yang paling kecil. Mulainya dengan Rp10.000 saja sudah bisa menabung emas. Dan yang paling penting adalah mudah karena tidak perlu antre,” katanya.
Dalam perjalanannya, Yos menyoroti fenomena psikologis yang lucu namun sering terjadi di kalangan investor muda saat melihat pergerakan harga emas. Kebanyakan orang terjebak dalam emosi sesaat.
Ketika harga emas meroket, banyak orang yang tiba-tiba berbondong-bondong membeli karena Fear Of Missing Out (FOMO) alias takut ketinggalan tren. Sebaliknya, ketika harga sedang turun, muncul perasaan Fear Of Better Option (FOBO). Padahal, cara pandang seperti ini justru keliru dalam berinvestasi emas.