AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Catat Nih! Begini Cara Mengatur Keuangan Jelang Bulan Puasa Biar Gak Boncos

MILENOMIC
Shelma Rachmahyanti
Senin, 28 Maret 2022 07:50 WIB
Bulan Ramadan menjadi salah satu periode adanya pengeluaran tambahan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti naiknya harga bahan pokok.
Mengatur keuangan (Ilustrasi)
Mengatur keuangan (Ilustrasi)

IDXChannel – Bulan Ramadan 2022 akan tiba sebentar lagi. Adapun umat muslim diwajibkan untuk berpuasa.

Biasanya, bulan Ramadan menjadi salah satu periode adanya pengeluaran tambahan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti naiknya harga bahan pokok.

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, anggaran bulan Ramadan tidak jauh berbeda dengan bulan lainnya.

Di mana, jika seseorang sudah memprioritaskan menabung maka sisa pendapatan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan.

“Memang ada sedikit kepanikan saat mau menjelang bulan puasa ya terutama ibu rumah tangga. Kenapa bisa begitu? Kok bisa-bisanya bulan puasa makin boros? Sehingga setiap tahun hampir terjadi pertanyaan ini bagaimana mengatur keuangan di bulan puasa,” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia belum lama ini.

Menurut Mike, jika seseorang sudah terbiasa menabung sebesar 30% dari pendapatan di awal, maka sisa dana dari pendapatan bisa digunakan untuk membiayai anggaran belanja. Termasuk anggaran belanja di bulan Ramadan.

“Yang menimbulkan kepanikan adalah kok anggaran bulan puasa atau pengeluaran malah melonjak sih atau sama aja. Sama aja pengeluarannya dengan bulan biasa aja udah bikin heboh, heran kenapa kok malah sama aja ya apalagi kalau kebablasan,” ujar dia.

Lanjutnya, salah satu penyebab membengkaknya pengeluaran ketika bulan Ramadan yakni adanya euforia saat berbuka puasa. Di mana, seharusnya anggaran yang dikeluarkan bisa lebih hemat dan kenyataannya yang terjadi adalah sebaliknya.

“Salah satu yang saya perhatikan karena adanya euforia ketika orang berbuka puasa. Logikanya gak makan siang kan malah makin irit, ini mah enggak sama aja atau bahkan bisa lebih boros gitu,” ucap Mike. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD