AALI
9950
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1280
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
845
ADMF
7625
ADMG
189
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1395
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
750
ALDO
1365
ALKA
306
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.48
1.13%
+5.71
IHSG
6698.18
1.08%
+71.31
LQ45
953.94
1.12%
+10.60
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Hindari Pertengkaran Ekonomi, Ini Tips Keuangan Pengantin Baru

SYARIAH
Shifa Nurhaliza
Sabtu, 21 Agustus 2021 12:35 WIB
Keuangan pengantin baru menjadi salah satu kehidupan setelah menikah yang tidak selalu manis.
Hindari Pertengkaran Ekonomi, Ini Tips Keuangan Pengantin Baru. (Foto: Keuangan Pengantin Baru
Hindari Pertengkaran Ekonomi, Ini Tips Keuangan Pengantin Baru. (Foto: Keuangan Pengantin Baru

IDXChannel - Keuangan pengantin baru menjadi salah satu kehidupan setelah menikah yang tidak selalu manis. Jika saat masih lajang tujuan Anda bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, maka lain halnya setelah menikah. 

Selain untuk pasangan, pengantin baru harus memiliki pegangan finansial yang cukup dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Tidak jarang pasutri bertengkar karena faktor ekonomi. 

Mengutip berbagai sumber, Sabtu (21/8/2021), berikut tips yang bisa Anda terapkan untuk mengatur keuangan pengantin baru demi masa depan pernikahan yang cerah:

1. Bagilah Tanggung Jawab Keuangan
Sebagai langkah awal pertama dan paling penting ketika berbicara mengenai keuangan pengantin baru adalah membagi tanggung jawab keuangan dengan pasangan. Cara ini dapat Anda lakukan untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari mengenai siapa yang bertanggung jawab terhadap segala pengeluaran rumah tangga.

Pembagian ini harus dilakukan dengan perhitungan yang cermat. Misalnya, istri memiliki tanggung jawab untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, air, internet, dan listrik. Sedangkan suami memiliki tanggung jawab keuangan untuk biaya pendidikan anak, investasi, serta cicilan rumah dan kendaraan.

Meski Anda dan pasangan memiliki tanggung jawab masing-masing, jangan lupa untuk menyisihkan sebagian pendapatan kalian untuk ditabung. Besaran tabungan ini pun harus dihitung sesuai dengan kebutuhan agar pasangan sama-sama memiliki komitmen.

2. Buat Tujuan Keuangan Bersama
Setelah membagi tanggung jawab keuangan, pikirkan pula apa tujuan keuangan keluarga kecil Anda untuk masa depan. Baik itu untuk jangka pendek, jangka menengah, dan juga jangka panjang. 

Tujuan keuangan ini memang bermacam-macam, namun alangkah baiknya jika Anda memprioritaskannya untuk hal yang benar-benar diperlukan terlebih dahulu. Dengan kata lain, hal-hal yang menyangkut kebutuhan primer, seperti rumah dan biaya hidup.

Selain itu, Anda bisa membuat pos-pos anggaran untuk hal lainnya, beberapa di antaranya seperti persiapan dana pensiun, dana pendidikan anak, dan sebagainya. Dengan memiliki tujuan keuangan keluarga yang jelas, meski masih pengantin baru, Anda dan pasangan jadi lebih terarah dan mampu mengasah diri untuk lebih disiplin mengelola keuangan dengan baik. 

3. Pengantin Baru Perlu Menyediakan Dana Darurat
Meski Anda baru menikah, bukan berarti Anda tidak perlu memikirkan dana darurat. Anda tidak pernah tahu kapan kondisi terburuk akan terjadi. Contoh yang paling umum adalah biaya pengobatan saat sakit, biaya kerusakan rumah dan kendaraan, serta tanggungan untuk orang tua. Terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang yang serba tidak pasti.

Meski tidak mengharapkannya, tak ada salahnya Anda untuk memikirkan cara terbaik untuk menanggulanginya dengan menyediakan dana darurat yang cukup. Ibaratnya, dana darurat ini adalah “sekoci” dalam bahtera rumah tangga Anda. Semakin dini Anda dan pasangan menyiapkan dana darurat, maka semakin baik pula kesiapan Anda menghadapi kondisi yang tak pasti. 

4. Saling Terbuka dengan Pasangan
Hampir sebagian besar pertengkaran di rumah tangga bermula dari masalah keuangan dan komunikasi buruk antara satu sama lain. Sudah saatnya Anda dan pasangan saling terbuka mengenai masalah keuangan, baik itu mengenai pendapatan yang diterima maupun pengeluaran pribadi.

Misalnya, sudahkah Anda memberitahu pasangan soal utang yang Anda miliki? Begitu juga dengan cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya beserta besarannya. Lalu, jika Anda menggunakan uang yang ada, sebaiknya katakan juga kepada pasangan untuk apa uang itu digunakan.

Bila memiliki utang dan cicilan, tentukan solusi terbaik untuk segera melunasinya. Jangan sampai Anda meminjam uang lagi untuk menutupi utang sebelumnya. Tentu ini bukanlah cara yang sehat dan justru membuat pengeluaran keuangan pengantin baru menjadi lebih besar dan membengkak tanpa diduga.

5. Lakukan Pembukuan Rumah Tangga
Selain cara-cara di atas, penting bagi para pengantin baru untuk selalu membuat catatan pengeluaran secara berkala. Catatan pengeluaran ini bisa berupa pengeluaran harian, mingguan, dan bulanan. Tujuan mencatat pengeluaran ini adalah untuk mengetahui apakah Anda dan pasangan sudah sesuai dengan kesepakatan awal atau belum. Tujuan lainnya adalah agar Anda lebih mudah memetakan anggaran supaya tidak membengkak.

Pembukuan rumah tangga memang cukup sulit bagi mereka yang belum terbiasa melakukannya. Dalam pembukuan dengan cara lama, Anda harus menghitung secara manual dan mencatatnya di buku khusus. Namun, seiring berkembangnya teknologi digital, pembukuan rumah dapat dilakukan dengan mudah dan tanpa ribet. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD