AALI
9350
ABBA
286
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
735
ACST
199
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
795
ADMF
8150
ADMG
176
ADRO
3140
AGAR
322
AGII
2280
AGRO
775
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
104
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1155
AKSI
272
ALDO
750
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.17
0.9%
+4.81
IHSG
7121.46
0.4%
+28.18
LQ45
1013.93
0.81%
+8.14
HSI
19765.62
-1.37%
-275.24
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

Indonesia Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Digital, Tertarik?

MILENOMIC
Suparjo Ramalan
Minggu, 24 April 2022 16:37 WIB
Erick meminta kepada semua pihak agar dapat membantu mempersiapkan anak-anak muda yang memiliki literasi digital yang tinggi dan mampu berinovasi.
Indonesia Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Digital, Tertarik? (foto: MNC Media)
Indonesia Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Ekonomi Digital, Tertarik? (foto: MNC Media)

IDXChannel - Semakin berkembang pesatnya perekonomian digital di Indonesia membawa kabar baik terkait ketersediaan lapangan kerja untuk masyarakat. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, misalnya, memperkirakan bahwa Indonesia bakal membutuhkan sedikitnya 17 juta tenaga kerja ekonomi digital hingga tahun 2030 mendatang.

Perkiraan tersebut didasarkan Erick pada potensi ekonomi digital nasional yang oleh berbagai pihak diproyeksikan mencapai Rp4.500 triliun. Karenanya, Erick meminta kepada semua pihak agar dapat membantu mempersiapkan anak-anak muda yang memiliki literasi digital yang tinggi dan mampu berinovasi.

Penegasan ini disampaikan Erick dalam pada acara Pre-Summit 2 Youth20 (Y20) Indonesia 2022, Sabtu (23/4/2022). Y20 merupakan engagement group Bidang Pemuda dari G20 yang dihadiri 100 pemimpin muda global dari 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia. 

Erick menekankan, Y20 menjadi sarana bagi para pemimpin muda untuk berdiskusi mengenai isu-isu paling mendesak yang dihadapi pemuda, khususnya di empat area prioritas pembahasan, yaitu ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta isu keberagaman dan inklusi.

“Tantangan hari ini jauh lebih besar, yakni ketahanan kesehatan, disrupsi digital, dan krisis global supply chain. Tantangan ini perlu dipersiapkan dan dihadapi bersama agar anak muda mampu menjadi agen perubahan," ujar Erick, Minggu (24/4/2022). 

Untuk menghindari kapitalisasi asing terhadap market digital di Tanah Air, Erick meminta perusahaan pelat merah mendorong generasi muda mengambil peran dalam ekosistem teknologi. Peran ini berupa memfasilitasi ide kreatif milenial yang direalisasikan dalam satu platform digital.

Dia meyakini ide kreatif anak muda mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru atau ekonomi digital. Menurut dia, Indonesia tak cukup hanya mendorong hilirisasi sumber daya alam (SDM), tapi juga memperkuat ekosistem digital.

Dengan kata lain, pertumbuhan makro ekonomi Indonesia juga berdasarkan kemampuan dan kecakapan bangsanya, sehingga harus didorong. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD