IDXChannel - Pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan tren pemulihan yang positif dengan penurunan tingkat pengangguran dan perbaikan struktur pekerja formal. Meski demikian, tantangan besar masih membayangi terkait ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan kebutuhan industri atau vertical mismatch.
Berdasarkan kajian terbaru Mandiri Institute, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional berhasil turun ke angka 4,85 persen pada Agustus 2025. Selain itu, proporsi pekerja informal juga menyusut dari 58 persen pada 2024 menjadi 57,8 persen pada 2025.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai tren ini merupakan sinyal positif bagi kesehatan ekonomi nasional pascapandemi.
“Penurunan TPT dan berkurangnya proporsi pekerja informal menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja kita bergerak ke arah yang lebih sehat dan resilien. Namun, untuk memastikan perbaikan ini berkelanjutan, kualitas penciptaan kerja harus semakin ditopang oleh kesesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan sektor usaha,” ujar Andry dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
Analisis Mandiri Institute menggunakan data Sakernas BPS menunjukkan bahwa 50 persen atau satu dari dua pekerja di Indonesia mengalami vertical mismatch. Fenomena ini terjadi ketika seorang pekerja memiliki pendidikan yang lebih tinggi (overeducated) atau lebih rendah (undereducated) dibandingkan dengan kualifikasi jabatan yang diemban.