Terkait mismatch, sekitar 32 persen pekerja masuk kategori undereducated, yang sejalan dengan data bahwa 33 persen angkatan kerja masih berpendidikan setara SD atau di bawahnya.
Sektor pengadaan air dan pertanian mencatat tingkat mismatch tertinggi. Sektor pertanian didominasi pekerja undereducated, sementara pengadaan air didominasi overeducated.
Sektor jasa keuangan dan administrasi pemerintahan memiliki banyak pekerja overeducated karena daya tarik stabilitas dan insentif di sektor tersebut.
Andry yang akrab disapa Asmo, menegaskan bahwa pemerintah dan pelaku industri harus memperkuat ekosistem penempatan tenaga kerja melalui program upskilling dan reskilling yang terukur.
“Penguatan link and match, perluasan program upskilling dan reskilling berbasis kebutuhan sektor, serta penajaman intervensi pada wilayah prioritas akan membentuk keunggulan berkelanjutan dalam struktur pasar tenaga kerja nasional,” imbuh Asmo.