IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan kenaikan harga cabai rawit belakangan ini dipicu faktor cuaca dan terganggunya proses pemetikan, bukan karena kekurangan produksi nasional.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan secara nasional produksi cabai rawit masih dalam kondisi mencukupi. Namun, tingginya intensitas hujan menyebabkan proses panen tidak berjalan optimal.
"Produksi sebenarnya sangat cukup, tetapi masalahnya (ada) dipetik. Saat hujan tinggi, tenaga kerja tidak berani memetik karena cabai akan cepat busuk," kata Deputi Ketut dalam keterangan resminya pada Senin (16/2/2026).
Selain faktor cuaca, keterbatasan tenaga kerja selama periode libur nasional juga turut memengaruhi kelancaran distribusi. Akibatnya, pasokan ke pasar induk mengalami koreksi meski stok di tingkat petani masih tersedia.
Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya distribusi cabai ke sejumlah pasar induk, sehingga harga di tingkat konsumen mengalami kenaikan. Meski demikian, Bapanas menegaskan bahwa lonjakan harga tidak berkaitan dengan praktik penimbunan atau permainan harga oleh pelaku usaha.
"Sesuai arahan Kepala Bapanas, tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh ada kenaikan harga yang tidak wajar," kata Ketut.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa Bapanas bersama Satgas Pangan Polri terus melakukan pengawasan guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan.