AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Ini Dia 5 Pemenang Kategori Business Plan Wirausaha Muda Mandiri 2021

MILENOMIC
Fahmi Abidin
Rabu, 27 Oktober 2021 20:53 WIB
Setelah melewati beberapa tahapan mendebarkan, panitia kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) akhirnya mengumumkan lima pemenang kategori Business Plan.
Ini Dia 5 Pemenang Kategori Business Plan Wirausaha Muda Mandiri 2021. (Foto: Advertorial/WMM 2021)
Ini Dia 5 Pemenang Kategori Business Plan Wirausaha Muda Mandiri 2021. (Foto: Advertorial/WMM 2021)

IDXChannel – Setelah melewati beberapa tahapan mendebarkan, panitia kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) akhirnya mengumumkan lima pemenang kategori Business Plan pada Sabtu (23/10/2021).

Mereka adalah Aprilia Arsita dari region Sulawesi dan Maluku (kategori Industri Perdagangan dan Jasa, IPJ); Vanya Ratna Suryatni dari region Yogyakarta dan Jawa Tengah (kategori Kreatif); Nada Intan Salsabila dari region Jawa Barat (kategori Teknologi); Moh Afit Hariyanto dari region Jawa Timur (kategori Boga), dan; Febiyani Santoso dari region Jakarta (kategori Sosial).

Sebelum menjadi pemenang di masing-masing kategori, lima nama ini menyisihkan peserta lainnya yang masuk tahap 25 Top Business Plan. Lima pemenang ini berhasil meyakinkan para juri setelah mempresentasikan konsep proyek bisnis masing-masing.

(foto: tangkapan layar Channel YouTube WWM)

 Aprilia Arsita, pemenang untuk kategori bidang usaha IPJ, menyodorkan konsep proyek bisnis yang diberi nama Shipty, ini merupakan sebuah platform digital pendidikan yang membangun sistem pendukung untuk anak berkebutuhan khusus dan orangtua atau pengasuhnya. Dengan aplikasi ini pengasuh atau orangtua dapat memberikan penanganan  yang lebih baik kepada anak berkebutuhan khusus.

“Aplikasi ini sebagai media penghubung antara kami dengan orangtua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. Tentunya nanti (dalam pengembangannya) akan ada media tersendiri. Karena ini cakupannya regional dulu, nanti akan ada kerja sama dengan biro-biro konsultan kesehatan mental,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Aprilia, melalui biro konsultan tersebut, pihaknya ia mencari resources tenaga profesional yang nanti akan dihubungkan dengan user yang akan konsultasi baik oflline maupun online.

(foto: tangkapan layar Channel YouTube WWM)

Pemenang untuk kategori bidang usaha Kreatif diraih oleh Vanya Ratna Suryatni dari Yogyakarta. Locupanye, itulah nama ide bisinsnya. Mahasiswi Institut Teknolgi Bandung ini ingin menghasilkan produk keramik musiman. “Jadi kami mengelevasi material keramik menjadi berbagai macam produk yang berbeda,” katanya.

Inovasi yang ditawarkan Locupanye adalah desainnya sangat tipis, serta menantang teknik dan teori-teori dasar pembuatan keramik, terutama yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan besar, “Seperti harus ada fondasinya, ketebalannya harus 0,5 cm, suhunya harus sekian derajat untuk pembakarannya, pakai glasir dan lain-lainnya,” kata Vanya.

Dia bilang, Locupanye mencoba berbagai macam teknik dan teori dan membuat keramik, dan mengombinasikannya dengan silver (perak).

(foto: tangkapan layar Channel YouTube WWM)

Nada Intan Salsabila, pemenang di kategori Teknologi mempresentasikan ide bisnisnya yang disebut Lavica. Ini adalah mesin untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Melalui alat ini sampah organik rumah tangga dapat diolah 100 persen menjadi pupuk organik cair dan pupuk organik probiotik berkualitas tinggi karena kaya akan nutrisi dan unsur hara mikro maupun makro yang dibutuhkan tanaman.

“Keunggulannya adalah, alat ini dapat memproses sampah organik menjadi pupuk dalam waktu yang cepat, yaitu empat minggu, tanpa menimbulkan bau tak sedap. Pembuatan pupuk organik tradisional membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan. Pupuk yang dihasilkan Lavica dapat digunakan sendiri untuk tanaman atau dijual kepada kami,” kata mahasiswi Institut Teknologi Bandung ini.

Nada berharap dengan Lavica, masalah sampah organik dapat diatasi dimulai dari rumah dan memberi penghasilan bagi ibu (dan bapak) rumah tangga.

(foto: tangkapan layar Channel YouTube WWM)

Pada kategori Boga, Moh Afit Hariyanto dari Lamongan, menawarkan ide bisnis Cap Besi atau kecap dari biji trembesi. “Usaha Cap Besi, bukan hanya berorientasi profit, melainkan bagaimana bisa mengelola lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar dengan  mengembangkan usaha pangan sehat berbahan biji trembesi. “Usaha ini merupakan yang pertama di Indonesia yang mengolah biji trembesi menjadi bahan dasar kecap,” ujarnya.

Sedangkan pada kategori Sosial, Febiyani Santoso dari region Jakarta, mempresentasikan ide bisnis Jenergi. Ide bisnis ini adalah mengumpulkan minyak jelantah (minyak goreng bekas), untuk diolah menjadi sumber energi biodesel. “Jadi ide bisnis ini kami mengumpulkan waste oil kemudian kami jual ke pabrik pengolahan biodiesel production. Selain bisa jadi bahan bakar biodiesel yang dapat perbarui, juga jadi sabun cuci dan produk lainnya.  

Ide bisnis ini memberi penghasilan juga menyelamatkan lingkungan dari pencemaran minyak jelantah yang berbahaya bagi lingkungan bila dibuang sembarangan,” tuturnya.

Menurut Feby, ide ini muncul karena dia sendiri bergerak di bisnis makanan. Dengan ide Jenergi ini, minyak goreng jelantah yang merupakan limbah dari bisnis makanannya dapat berguna. “Kami juga membangun branding jelantah. Ingat jelantah ingat Jenergi,” katanya.

Menurut Masirom, salah satu juri kompetisi WMM kategori Business Plan, semua ide bisnis yang dipresentasikan peserta sangat menarik dan tidak mudah dalam menentukan pemenangnya. “Tetapi yang penting dalam bisnis adalah bagaimana menjaga sustainablity produksi. Produk saja tidak cukup. Bagaimana memasarkan supaya diterima masyarakat. Itu yang perlu dibuktikan para peserta,” kata Pemimpin Redaksi iNews.id ini.

“Saya mengucapkan selamat kepada semua pemenang. Tetapi saya mengingatkan bahwa ide bisnis hanya 2-3 persen menuju sukses. Selebihnya adalah kerja keras untuk mewujudkannya,” kata Yadi Hendriana, Direktur Pemberitaan MNC Portal Indonesia (MPI).

Selain Masirom dan Yadi Hendriana, para juri lainnya dalam kompetisi ini adalah Vice President Corporate Social Responsibility Department Bank Mandiri  Diwangkoro A. Ratam, Koordinator Redaksi 3 FTA & iNews Apreyvita Dyah Wulansari, Pemimin Redaksi RCTI Atika Suri, dan Pemimpin Redaksi Okezone Budi Santoso, Founder Linean dan Juara 1 WMM 2018 Malinda Amalia, Founder Nano Bubble Dedi Cahyadi, Owner Coffee Toffee Odi Anindito, dan Founder Greeneration Eco Ranger Junerosano.

Mewakili manajemen Bank Mandiri, Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengucapkan terima kasih kepada para juri yang telah membantu menyeleksi dengan ketat satu persatu dari ribuan pendaftar hingga menjadi Top 25, dan menentukan lima pemenang dari lima kategori berbeda.

Jangan lupa tonton keseruan presentasi dan penjurian kompetisi Business Plan WMM 2021 di sini. (Adv)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD