AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Jangan Terjebak, Ini 5 Tanda Penipuan Online yang Marak Terjadi

MILENOMIC
Intan Rakhmayanti Dewi
Sabtu, 08 Januari 2022 12:36 WIB
Berikut tips mengenali modus penipuan online yang marak terjadi.
Jangan Terjebak, Ini 5 Tanda Penipuan Online yang Marak Terjadi (Dok.MNC Media)
Jangan Terjebak, Ini 5 Tanda Penipuan Online yang Marak Terjadi (Dok.MNC Media)

IDXChannel- Belakangan penipuan online kerap kali terjadi. Korbanya sering tak sadar bahwa mereka sedang dalam jebakan para pelaku kejahatan siber

Seberapa canggih pun skemanya, selalu ada cara untuk mengenali penipuan sebelum terlambat. 

Pakar keamanan Kaspersky Roman Dedenok membagikan lima tanda umum penipuan online untuk membantu Anda terhindar dari kejahatan. Apa saja? Dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (8/1/2022), berikut selengkapnya. 
 
1. Menawarkan hadiah menarik hingga rasa takut 

Skema pertama, mereka biasanya menjanjikan calon korban hadiah luar biasa, misalnya tunjangan pemerintah yang besar atau cryptocurrency gratis. 

Skema kedua, melibatkan intimidasi, seperti ancaman untuk mengirim video korban yang menonton film porno ke seluruh kontak atau merusak reputasi situs web perusahaan mereka.

"Dalam kedua kasus tersebut, para pelaku kejahatan siber mencoba untuk memangkas kemampuan korban mereka untuk merespons secara rasional," kata Dedenok.

Jika, setelah membaca email semacam itu, Anda merasa ingin melakukan persis seperti yang diminta pengirim seperti mengikuti tautan, mengirim uang, menelepon nomor, dll., itu sebenarnya adalah tanda peringatan. 

Dedenok menyarankan Anda membaca kembali pesan tersebut dengan seksama. Kemungkinan besar, memang melihat sebuah pesan penipuan, maka jangan hiraukan.

2. Waktu yang sangat sempit

Jika situasi yang melibatkan emosi dapat menyebabkan orang kehilangan daya berpikir kritis, maka rasa “terburu-buru” juga demikian.

Scammers mengeksploitasi perasaan tersebut juga, misalnya dengan menetapkan tenggat waktu. Jika sebuah pesan mengatakan Anda hanya memiliki beberapa hari, jam, atau bahkan menit untuk mengklaim hadiah atau pembelian barang sebelum terjual habis, sekali lagi, itu mungkin penipuan.

3. Desain yang amatir

Kesalahan dalam sebuah pesan adalah tanda bahaya lainnya. Beberapa mungkin menunjukkan salah eja yang disengaja atau penggantian huruf dengan nomor yang tampak serupa hingga menggunakan rekan optik dari alfabet lain untuk mengelabui filter spam. 

Apa pun alasan kesalahan ketik, janji "0ne мilIion d0llars" adalah tanda bahaya yang pasti.

4. Mencari database

Ketika calon korban mengunjungi situs web penipuan dari email atau pesan obrolan, penipu biasanya mencoba menarik mereka melalui serangkaian tugas sederhana. 

Mereka mungkin melibatkan survei singkat atau memilih sejumlah kotak yang diduga berisi hadiah, misalnya. 

Cukup sering, para penipu online ini akan memperlihatkan animasi yang diduga menunjukkan pencarian basis data (untuk status pemenang hadiah mereka, misalnya) dan meminta korban untuk mengisi formulir. 

Saat situs web yang menjanjikan tunjangan besar meminta terlalu banyak data konfidensial yang tidak diperlukan, ia pun menyarankan Anda untuk segera menutup laman tersebut.


5. Meminta biaya di awal

Trik favorit lainnya setelah menggaet korban adalah meminta biaya. Para penipu online ini biasanya akan meminta korban untuk melakukan transfer demi keperluan verifikasi kartu atau pembayaran pendaftaran di beberapa database. 

Tanpa itu, penipu bersikeras, bahwa korban tidak dapat menerima hadiah yang dijanjikan.
Jumlah yang diminta biasanya cukup kecil dan tidak signifikan dan bahkan mungkin datang dengan jaminan pengembalian di kemudian hari. 

Para pelaku kejahatan siber terus-menerus menemukan cara baru untuk memonetisasi kepercayaan dan kelemahan para pengguna. 

"Cukup dengan mengenali lima bendera merah (red flag) ini, Anda dapat menghindari sebagian besar skema penipuan," jelasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD