Sementara jumlah mahasiswa dari kawasan Eropa mencapai 15,6 persen dari populasi mahasiswa asing di China pada 2026. Jumlah mahasiswa asing dari Amerika Serikat juga menurun.
US–China Education Trust memperkirakan pada Maret 2026 jumlah mahasiswa Amerika yang tengah menyelesaikan studi di China hanya berjumlah 2.000 orang, turun drastis dari 2019, ketika jumlah mahasiswa AS di China mencapai 11.000 orang.
Pada tahun ajaran 2024-2025, mahasiswa AS dan Oseania hanya berjumlah 7,1 persen dari total populasi mahasiswa asing. Penurunan jumlah mahasiswa AS ini dipicu oleh ketegangan dan kebijakan politik dari Presiden AS Donald Trump.
CNA melaporkan banyak program beasiswa yang berkaitan dengan China dikurangi. Ditambah lagi, muncul kekhawatiran akan prospek karier di pemerintah. Banyak mahasiswa percaya mereka tidak akan punya kesempatan berkarier sebagai pegawai pemerintahan jika kuliah di China.
Biaya Pendidikan Murah Jadi Daya Tarik Tersendiri
Biaya pendidikan di China yang relatif terjangkau menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun biaya mahasiswa asing lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa lokal, keseluruhan biaya pendidikan tetap lebih murah dibandingkan dengan biaya pendidikan di negara asalnya.