AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Menaker Sebut Ijazah Bukan Satu-satunya Acuan Mencari Kerja

MILENOMIC
Rina Anggraeni
Senin, 15 November 2021 20:45 WIB
IPK bakal menjadi sebagai alat untuk mengukur capaian pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia.
Menaker Sebut Ijazah Bukan Satu-satunya Acuan Mencari Kerja
Menaker Sebut Ijazah Bukan Satu-satunya Acuan Mencari Kerja

IDXChannel - Kementerian Ketenagakerjaan melaporkan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) nasional pada 2020 tercatat 67,64 atau berada di tingkat menengah atas.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan IPK bakal menjadi sebagai alat untuk mengukur capaian pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia.

"Secara akumulatif (nilainya) 67,64 persen, yang kalau menurut hitungannya maka kita masuk kategori menengah ke atas," kata Ida dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI secara virtual Senin (15/11/2021).

Kata dia, ijazah bukan satu-satunya benda yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan. Namun, kemampuan atau skill juga menjadi acuan dalam mendapatkan pekerjaan.

"Kalau ini bisa kita lakukan mungkin sekarang dan kedepannya ijazah menjadi tidak begitu berarti kecuali untuk kepentingan yang lain ya, menjadi tidak begitu berarti karena seseorang itu diukur karena kompetensinya," katanya.

Saat ini, indikator utama IPK meliputi perencanaan tenaga kerja, penduduk dan tenaga kerja, kesempatan kerja, pelatihan kerja dan kompetensi kerja. Kemudian, produktivitas tenaga kerja, hubungan industrial, kondisi lingkungan kerja, pengupahan dan kesejahteraan pekerja, serta jaminan sosial tenaga kerja.

"Dari tahun 2019 ke tahun 2020, nilai indikator perencanaan tenaga kerja tercatat naik dari 8,17 menjadi 8,63, nilai indikator penduduk dan tenaga kerja naik dari 6,29 menjadi 6,68. Lalu nilai indikator kesempatan kerja naik dari 10,00 menjadi 10,03, dan nilai indikator pelatihan dan kesempatan kerja naik dari 8,1 menjadi 10,26," tandasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD