AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Bantah Terlibat Soal Bisnis PCR, Erick Thohir: Pendirian GSI Juga Saya Tidak Mengikuti

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Senin, 15 November 2021 09:30 WIB
PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) menjadi perhatian publik belakangan ini. Sebab dikaitkan dengan dugaan bisnis Real Time Polymerase Chain Reaction
Bantah Terlibat Soal Bisnis PCR, Erick Thohir: Pendirian GSI Juga Saya Tidak Mengikuti (FOTO:MNC Media)
Bantah Terlibat Soal Bisnis PCR, Erick Thohir: Pendirian GSI Juga Saya Tidak Mengikuti (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) menjadi perhatian publik belakangan ini. Sebab dikaitkan dengan dugaan bisnis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). 

Bahkan, dua nama Menteri pun ikut ditarik dalam isu tersebut yakni, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.  

Meski begitu, Erick menolak opini adanya keterlibatannya dirinya dengan perusahaan penyedia PCR tersebut. Menurutnya, sejak awal pendirian GSI pun dia tidak ikut terlibat.  

"GSI pendiriannya juga saya tidak mengikuti. Dan itu di bawah Yayasan (Adaro)," ujar Erick, Senin (15/11/2021). 

Dari sejumlah sumber pemberitaan, salah satu pemegang saham GSI adalah Yayasan Adaro. Yayasan tersebut merupakan yayasan milik keluarga besar Erick Thohir. Sementara itu, dua perusahaan lain yang terafiliasi dengan GSI adalah PT Toba Sejahtra dan PT Tiba Bumi Energi.  

Dimana, kedua korporasi mengantongi 242 lembar saham. Keduanya pun dikaitkan dengan nama Luhut Binsar Pandjaitan. GSI sendiri memiliki laboratorium modern dan berkapasitas besar dan mampu melakukan tes PCR sebanyak 5.000 test per hari.  

Erick menegaskan, seluruh jabatannya di luar pemerintahan sudah dilepaskan sejak awal dirinya diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin Kementerian BUMN. Bahkan, seluruh harta kekayaannya pun sudah dilaporkan secara transparan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  

"Saya melaporkan harta kekayaan saya secara transparan di KPK, di Pajak, dan alhamdulillah konsisten sampai hari ini. Kita salah satu pribadi yang melaporkan kekayaan dan pajak secara transparan," katanya. 

Diluar itu, Komisi Antirasuah itu pun menetapkan Kementerian BUMN sebagai Kementerian yang transparan dalam melaporkan harta kekayaan seluruh pejabatnya.  

"KPK mengundang Menteri BUMN sebagai salah satu kementerian yang transparan dalam memberikan laporan harta kekayaan, bukan saya saja, seluruh Direksi dan Komisaris, bahkan saya tekankan waktu itu, yang tadinya hanya holdingnya, sekarang anak dan cucu harus melaporkan harta kekayaan. Kita harus transparan," ungkap Erick. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD