“Kalau saya percaya waktunya tetap 24 jam, jadi semuanya soal time management. Persiapan harus senantiasa dilakukan lebih awal supaya semua kegiatan termonitor dengan baik dan tidak terlalu hectic,” ujarnya.
Inge juga melihat minat perempuan yang bergerak di bidang STEM terus meningkat. Ia mencontohkan, jumlah mahasiswi di jurusan teknik dan sains kini semakin banyak dibanding sebelumnya saat ia kuliah.
“Kalau dulu mungkin perempuan lebih banyak memilih bidang tertentu, sekarang kesempatan sudah semakin terbuka. Menjadi field engineer sekarang tidak harus laki-laki; perempuan juga punya kesempatan yang sama. Tidak ada perbedaan kesempatan, baik gaji, benefit itu semuanya sama, selama memang kita mempunyai kemampuan yang sama untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik,” jelasnya.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menambahkan bahwa Pertamina mewujudkan kesetaraan gender dengan menerapkan kebijakan Diversity, Equity, & Inclusion (DEI). Hal ini juga didukung dengan menerapkan Respectful Workplace guna mencegah diskriminasi.
"Kebijakan ini membuka ruang yang sebesar-besarnya kepada seluruh pekerja Pertamina tanpa melihat gendernya, namun pada kompetensi dan kapabilitasnya. Semuanya bekerja sama untuk mendukung tugas Pertamina menjaga ketahanan energi nasional," jelas Baron.