Ia menceritakan, tantangan perempuan di sektor engineering saat ini berbeda dibanding masa lalu. Jika dulu perempuan kerap dipandang sebelah mata di dunia teknik, kini kemampuan perempuan sudah semakin diakui.
Menurutnya keberhasilan seseorang di industri energi tidak ditentukan gender, melainkan kompetensi dan profesionalisme dalam bekerja.
“Saya tidak percaya gender menjadi masalah. Selama kita punya kompetensi, mau belajar, punya kemampuan dan attitude yang baik, perempuan bisa memberikan kontribusi nyata di industri ini,” katanya.
Selain membahas karier perempuan di industri energi, Inge juga berbagi pengalaman soal membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Ia mengungkap perempuan pekerja harus memiliki manajemen waktu yang baik agar seluruh tanggung jawab dapat berjalan seimbang.
Perempuan memiliki tanggung jawab besar baik sebagai pekerja maupun sebagai ibu rumah tangga. Karena itu, pengaturan waktu menjadi hal penting agar aktivitas keluarga dan pekerjaan tetap berjalan optimal.