Sementara itu, Manager Partnership & Portfolio Management Pertamina Geothermal Energy Lufan Nassya Faswara mengatakan, sektor energi terutama energi baru terbarukan, memiliki prospek jangka panjang yang kuat seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap energi rendah emisi.
Menurutnya, panas bumi merupakan salah satu sumber energi baru terbarukan yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia sekitar 24 GW. Sekadar informasi, saat ini PGEO mengelola 15 wilayah kerja panas bumi di Indonesia dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW, baik yang dioperasikan secara mandiri maupun kontrak operasi bersama.
“Letak geologi Indonesia yang berada di jalur gunung api aktif menjadikan sumber daya geothermal sangat melimpah dan prospektif untuk dikembangkan sebagai energi bersih sekaligus peluang investasi jangka panjang,” ujarnya.
Dia menambahkan, komitmen global terhadap transisi energi, termasuk melalui kesepakatan internasional untuk menurunkan emisi karbon, mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap sumber energi yang andal, stabil, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, geothermal memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara konsisten dengan tingkat kapasitas pemanfaatan yang tinggi.
Pada seminar tersebut, sejumlah akademisi juga memberikan pandangan mengenai pentingnya memahami fundamental bisnis sebelum membeli saham, termasuk melihat prospek sektor industri yang menjadi basis kegiatan perusahaan.
Sektor energi dinilai sebagai salah satu sektor strategis karena berperan langsung dalam pertumbuhan ekonomi dan transisi menuju energi rendah karbon.
(Shifa Nurhaliza Putri)