Perubahan pendekatan pembelajaran ini dibuat usai pemerintah Swedia berkonsultasi dengan peneliti akademik, organisasi pengajar, dan pihak-pihak terkait lainnya pada 2023.
Neurosaintis Dr Sissela Nutley mengatakan ada akibat dari penggunaan teknologi di kelas. Murid dapat kehilangan fokus. Membaca teks di gadget juga membuat anak-anak lebih sulit memproses informasi. Penggunaan gadget juga memengaruhi perkembangan otak anak.
Dengan cara pembelajaran bebas gawai ini, pemerintah Swedia berharap skor Pisa anak-anak Swedia dapat meningkat. Swedia pernah menjadi negara dengan skor Pisa terbaik, tetapi capaian ini menurun pada 2012.
Skor Pisa Swedia kembali menurun secara signifikan dalam aspek matematika dan membaca pada 2022. Meskipun demikian, skor Swedia secara relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara OECD.
(Nadya Kurnia)