IDXChannel—Pemerintah Swedia mendorong pengurangan pembelajaran digital di sekolah untuk menjaga tingkat literasi generasi muda. Dengan target para pelajar kembali mengutamakan penggunaan buku, kertas, dan pensil.
Penggunaan laptop di sekolah-sekolah Swedia mulai marak pada akhir tahun 2000-an. Pada 2015, sekitar 80 persen anak-anak sekolah negeri sudah mendapatkan akses personal terhadap peralatan digital.
Lalu pada 2019, parlemen Swedia mulai mengharuskan penggunaan tablet di kurikulum jenjang taman kanak-kanak. Tujuannya untuk mempersiapkan anak-anak untuk pekerjaan-pekerjaan digital sedini mungkin.
Namun, dengan pergantian pemerintah, Swedia kembali mengubah kebijakan penggunaan perangkat digital di ruang kelas. Rencana ini pun menuai kritik dari pelaku industri teknologi, ilmuwan komputer, hingga pengajar.
Menurut laporan BBC (20/4/2026), langkah ini dinilai dapat memengaruhi peluang pencarian kerja anak-anak di masa depannya. Selain itu, kebijakan ini justru berbanding terbalik dengan citra Swedia selaku salah satu negara Eropa paling melek digital dan memiliki keahlian digital yang tinggi.