Berdasarkan hasil monitoring BMKG, sejumlah gempa susulan menimbulkan guncangan signifikan dengan intensitas IV-VI MMI yang dirasakan kuat oleh masyarakat setempat.
Guncangan kuat tercatat pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan kekuatan M 5,6, kemudian pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB dengan kekuatan M 5,8.
Selanjutnya, gempa signifikan kembali terjadi pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB dengan kekuatan M 5,8. Guncangan tersebut memicu kerusakan susulan pada sejumlah struktur bangunan dan jembatan terdampak serta menyebabkan tanah longsor di beberapa titik.
Hasil relokasi BMKG menunjukkan gempa susulan tidak menyebar secara homogen, tetapi membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M 7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.
Sementara itu, klaster gempa susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.