sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

6.409 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M 7,7 NTT, 139 Dirasakan Masyarakat

News editor Binti Mufarida
24/08/2026 06:45 WIB
BMKG mencatat sebanyak 6.409 gempa bumi susulan pasca-gempa utama berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
6.409 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M 7,7 NTT, 139 Dirasakan Masyarakat. (Foto Istimewa)
6.409 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M 7,7 NTT, 139 Dirasakan Masyarakat. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 6.409 gempa bumi susulan pasca-gempa utama berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga Senin (24/8/2026) pukul 05.00 WIB.

Dari total gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai M 6,2, sedangkan yang terkecil M 1,1. BMKG juga mencatat sebanyak 33 gempa susulan dengan magnitudo di atas M 5 dan 139 gempa susulan yang dirasakan masyarakat.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, rangkaian gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu ke depan. Pada fase awal, aktivitas gempa susulan masih menunjukkan pola temporal yang kompleks dan belum memperlihatkan peluruhan yang sederhana.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, sejumlah gempa susulan menimbulkan guncangan signifikan dengan intensitas IV-VI MMI yang dirasakan kuat oleh masyarakat setempat.

Guncangan kuat tercatat pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan kekuatan M 5,6, kemudian pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB dengan kekuatan M 5,8.

Selanjutnya, gempa signifikan kembali terjadi pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB dengan kekuatan M 5,8. Guncangan tersebut memicu kerusakan susulan pada sejumlah struktur bangunan dan jembatan terdampak serta menyebabkan tanah longsor di beberapa titik.

Hasil relokasi BMKG menunjukkan gempa susulan tidak menyebar secara homogen, tetapi membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M 7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.

Sementara itu, klaster gempa susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.

Data seismisitas harian juga menunjukkan fokus aktivitas gempa terus bergerak secara dinamis. Pada hari pertama hingga keempat setelah gempa utama, aktivitas gempa tersebar di seluruh klaster dari timur ke barat.

Namun, pada hari kelima dan keenam, aktivitas seismik bergeser dan lebih terpusat di klaster bagian barat. Di sisi lain, aktivitas pada klaster bagian timur mulai menurun secara bertahap.

Untuk memantau perkembangan aktivitas gempa, BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan secara real-time selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.

Petugas BMKG secara berkelanjutan menganalisis jumlah kejadian, magnitudo, distribusi sumber gempa, arah pergerakan aktivitas hingga karakteristik sumber gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat dan instansi terkait tetap akurat dan tepat waktu.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

“Untuk memastikan keterbukaan informasi, BMKG mempublikasikan pembaruan data aktivitas gempa bumi susulan secara rutin dua kali sehari, yaitu setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB. Informasi resmi ini dapat diakses publik secara luas melalui kanal media sosial resmi BMKG seperti di Instagram, Facebook, dan WhatsApp Channel," katanya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement