sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ada Penolakan PSN di Merauke, Wamenham Tekankan Pembangunan Harus Memanusiakan Manusia

News editor Nur Khabibi
30/05/2026 16:00 WIB
Wamenham memahami adanya penolakan PSN di Merauke. Menurutnya, pembangunan tidak seharusnya mengejar target fisik. 
Ada Penolakan PSN di Merauke, Wamenham Tekankan Pembangunan Harus Memanusiakan Manusia. (Foto: Dok. Kementerian HAM)
Ada Penolakan PSN di Merauke, Wamenham Tekankan Pembangunan Harus Memanusiakan Manusia. (Foto: Dok. Kementerian HAM)

Selain isu lahan, perwakilan masyarakat meminta agar Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) diberikan kewenangan penuh dalam mengawal visi pembangunan tanpa intervensi luar. 

Di sisi lain, muncul desakan agar pemerintah melindungi kekayaan intelektual komunal, seperti ekspresi budaya dan pengetahuan tradisional, guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Selama ini, perlindungan terhadap hak-hak komunal masyarakat Papua dinilai masih sangat minim dibandingkan dengan kekayaan intelektual personal.

Merespons hal tersebut, Mugiyanto menyinggung soal usulan pembentukan peradilan HAM khusus di Papua untuk mewujudkan keadilan sosial. 

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2000, pengadilan HAM saat ini hanya menangani pelanggaran HAM berat yang diputuskan oleh Komnas HAM sebagai lembaga independen. 

Ia mengakui adanya kendala dalam implementasi undang-undang tersebut dan membuka ruang bagi peserta konferensi untuk memberikan rekomendasi perbaikan regulasi peradilan HAM.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement