Dokter Ayman juga menjelaskan beberapa gejala terpapar virus Ebola, seperti:
- Demam
- Nyeri tubuh
- Kelemahan
- Muntah
- Perdarahan (di beberapa kasus)
“Gejala awal meliputi demam, nyeri tubuh, kelemahan, dan muntah, yang dalam beberapa kasus diikuti dengan perdarahan,” tulisnya.
Sementara itu, tingkat kematian strain Bundibugyo ini diperkirakan mencapai 30-40 persen. Hingga kini, pengobatan yang tersedia masih sebatas perawatan suportif.
Ayman juga menjelaskan bahwa wabah kali ini adalah outbreak Bundibugyo terbesar yang pernah terdokumentasi, di mana telah tercatat 246 kasus suspek dengan 80 kematian.
Kondisi ini menunjukkan virus diduga telah menyebar selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, sebelum akhirnya terdeteksi secara resmi. Dokter Ayman pun mengimbau beberapa upaya pencegahan seperti protokol keselamatan hingga pelacakan kontak.
“Pencegahan melalui protokol keselamatan, surveilans ketat, pelacakan kontak, dan engagement komunitas menjadi strategi kontrol utama dalam mengatasi situasi yang kompleks ini,” jelasnya.