“Jadi bisa dibayangkan bahwa memang bicara mudik berarti beban utama ada di jalan-jalan raya, baik jalan tol, jalan nasional, termasuk jalan-jalan arteri yang kemudian akan digunakan menuju ke kabupaten/kota tujuan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, AHY mengatakan bahwa pemerintah telah memastikan kesiapan infrastruktur terutama jalan-jalan nasional.
“Terkait dengan jalan nasional yang non-tol—saya ulangi yang sifatnya non-tol—ini kita laporkan ada 47.000 lebih kilometer yang harus terus kita preservasi. Kondisinya beragam, tapi secara umum jalan nasional yang non-tol itu kemantapannya sekitar 93,2 persen,” kata dia.
Selanjutnya, kata AHY, sekitar 3.115 kilometer jalan tol se-Indonesia juga telah dipastikan kesiapannya termasuk titik-titik rest area. “Sudah saya singgung sebentar yang juga kita atensi selain tentunya gerbang-gerbang tol yang nanti akan menjadi titik-titik bottleneck, tetapi juga ada sejumlah tempat istirahat dan pelayanan, TIP atau rest area,” tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)